Baru dibuka Meriahkan Acara Ulang Tahun Sultan HB X Ke-80 , 16 Ribu Porsi Angkringan Gratis di Malioboro Ludes Sekejap
JOGJA - Kawasan Malioboro berubah menjadi lautan manusia Kamis 2 April 2026 sore hingga malam kemarin, saat perayaan ulang tahun ke-80 Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X. Ribuan warga dan wisatawan memadati kawasan untuk menikmati angkringan gratis yang disiapkan sepanjang jalan hingga Titik Nol Kilometer Yogyakarta.
Acara ini menghadirkan 80 angkringan dengan dua sesi penyajian, menyajikan lebih dari 16.000 porsi nasi kucing dan berbagai hidangan tradisional secara cuma-cuma. Antusiasme masyarakat begitu tinggi hingga banyak sajian habis hanya dalam hitungan menit.
Leni (54), wisatawan asal Bogor, mengaku terkesan meski awalnya tidak mengetahui adanya perayaan ulang tahun Sultan.
"Hari ini luar biasa pastinya, saya dari Bogor nggak tahu kalau Sultan ulang tahun ke-80. Selamat ulang tahun, sehat selalu dan sejahtera untuk kita semua. Ini pesta rakyat banget," ujarnya.
"Tadi ambil nasi oseng tempe, sate-satean, sama minum jahe. Cocok banget hujan-hujan begini," ucap Leni.
Senada, Yuliana (35), warga Jogja, menyaksikan langsung kemeriahan sejak pagi.
"Rame banget, antusias warga luar biasa. Banyak yang rela antre untuk ikut merayakan ulang tahun Sultan ke-80 ini," katanya.
Menurut Yuliana, meski antrean panjang, suasana tetap kondusif.
"Kita antre walaupun berdesakan tapi tetap tertib. Dapat nasi oseng teri, sate-satean, gorengan, minumnya juga banyak," ujarnya.
Marjo (62), pedagang angkringan asal Pringgokusuman, mengungkapkan dagangannya ludes dalam waktu singkat.
"Jam 4 mulai, beberapa menit kemudian langsung habis. Banyak banget yang datang. Kalau enggak salah ini dibagi dua shift, habis maghrib mulai lagi. Nyari gerobak 80 di Jogja juga nggak gampang," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi, mengatakan pesta rakyat ini sengaja dirancang untuk menghadirkan kebersamaan antara masyarakat dan pemerintah.
"Mulai pukul 16.00 sampai 22.00 WIB dibagi dua sesi. Setiap sesi ada 80 angkringan, masing-masing menyediakan 100 nasi kucing," jelasnya.
Menurut Imam, dengan total lebih dari 16.000 porsi ditambah sajian tumpeng di berbagai titik, perayaan ini menjadi salah satu yang terbesar dalam rangkaian Mangayubagya.
"Ini dari masyarakat untuk masyarakat, sebagai bentuk kebersamaan dalam memaknai momen ini," imbuhnya.
Menariknya, selain kuliner, perayaan bertajuk "Pesta Rakyat Golong Gilig" ini juga menampilkan berbagai pertunjukan seni, mulai dari jathilan, reog, hingga musik keroncong.
Diketahui, acara ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada Sri Sultan HB X, tetapi juga mendorong pergerakan pariwisata dan ekonomi lokal, sekaligus mempertegas identitas Yogyakarta sebagai kota budaya yang hangat dan inklusif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Dan Wawancara Langsung