JOGJA - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sekaligus Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pamong kelurahan dan masyarakat yang telah menggelar kirab budaya Mangayubagya dalam rangka ulang tahunnya ke-80, Kamis 2 April 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Sultan sempat bergurau ketika diwawancarai media. Ia mengatakan, di usia ke-80 tahun ini, dirinya sudah tidak mampu berdiri terlalu lama.
"Berdiri 3 jam lebih ya ra kuat," ujar Sultan dengan nada bercanda.
Meski begitu, Sultan menyatakan rasa syukurnya atas kehadiran masyarakat dan jajaran pemerintah dihari kebahagiannya tersebut.
"Saya terima kasih teman-teman hadir dalam kesempatan ini semoga sama-sama sehat yang penting itu," ucap Ngarsa Dalem.
Pada kesempatan itu, Sultan menaruh harapannya untuk seluruh DIY ke depan untuk mempertahankan falsafah Jawa. Ia juga mengingatkan bahwa perubahan dan perjalanan hidup akan terus berlangsung.
"Bagaimanapun semuanya kan terjadi, terjadi Lir Gumanti," katanya.
Selain itu, Sultan memastikan hasil bumi yang dihasilkan masyarakat akan dikembalikan secara simbolis melalui bupati dan wali kota yang hadir.
"Secara simbolis diberikan ke bupati wali kota harapan bisa dibagi rata dan bermanfaat untuk masyarakat," pungkas Sultan.
Sebagaimana diketahui, Kirab budaya Mangayubagya ini menjadi momen penting untuk memperingati perjalanan hidup Sultan HB X sekaligus menegaskan hubungan erat antara Keraton, pemerintah, dan masyarakat di Yogyakarta. Terbukti mulai pagi tadi ribuan masyarakat dari berbagai daerah hingga luar negeri rela berdesak-desakan menonton kirab hasil bumi tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung