Kamis, 02 APRIL 2026 • 14:05 WIB

Ribuan Porsi Nasi Angkringan Gratis Meriahkan Kirab Budaya Perayaan 80 Tahun Sri Sultan HB X di Malioboro

Author

Suasana kirab budaya dalam rangka HUT Sri Sultan HB X, pada Rabu (2/4/2026). (Olivia Rianjani

JOGJA - Perayaan Mangayubagya 80 Tahun Yuswa Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X tidak hanya menampilkan seremoni kerajaan, tetapi juga menghadirkan ribuan sajian angkringan gratis bagi masyarakat di sepanjang Jalan Malioboro.

Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY, Imam Pratanadi, menjelaskan, rangkaian kegiatan Mangayubagyo terbagi menjadi dua bagian utama. Pada pagi hingga siang hari, kegiatan difokuskan di Alun-Alun Utara, khusus bagi pamong kalurahan dan unsur Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan (LKK) se-DIY yang tergabung dalam Nayantaka.

"Mulai pukul 16.00 sampai 22.00 WIB, dibagi dua sesi. Setiap sesi ada 80 angkringan, masing-masing menyediakan 100 nasi kucing. Pembagian dua sesi dilakukan untuk mengatur distribusi masyarakat agar tetap nyaman selama acara berlangsung," ujarnya, pada Rabu (1/4/2026).

Ia menyebut setiap sesi menyediakan sekitar 8.000 porsi nasi angkringan, sehingga total sajian mencapai lebih dari 16.000 porsi hingga malam hari. Selain itu, tumpeng juga dibagikan di beberapa titik di Malioboro oleh Biro Umum Setda DIY sebagai bagian dari perayaan.

Baca juga: Meriahnya 1.900 Peserta Kirab Budaya Nitilaku Sambut Dies Natalis ke-76 UGM

Menurutnya, bentangan angkringan hadir dari Stasiun Tugu hingga Titik Nol Kilometer, termasuk Teras Malioboro, Pasar Beringharjo, hingga depan Museum Sonobudoyo. Pengunjung juga dapat menikmati pertunjukan seni di beberapa panggung, antara lain di kawasan BPD DIY, eks Teras Malioboro 2, trotoar depan DPRD DIY, area Hotel Mutiara, pintu barat Kepatihan, Teras Malioboro 1, Pasar Beringharjo, dan Titik Nol Kilometer.

"Kegiatan ini memang dari masyarakat untuk masyarakat, sebagai bentuk kebersamaan dalam memaknai momen ini," kata Imam.

Diketahui, sebagian besar angkringan merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, dengan 60 - 70 persen didukung oleh sponsor dari BUMN, pelaku industri pariwisata, hingga asosiasi seperti PHRI.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, menyebut pesta rakyat ini mengusung tajuk "Pesta Rakyat Golong Gilig". Kegiatan ini menjadi persembahan pemerintah dan masyarakat kepada Sri Sultan yang genap berusia 80 tahun.

Ia menegaskan, konsep "art on the street", diperkenalkan untuk mendekatkan seni tradisi dan kontemporer kepada masyarakat. 

Terdapat sepuluh titik atraksi budaya yang tersebar mulai dari kawasan Pangurakan hingga ujung Jalan Malioboro depan Hotel Garuda Inn, dengan pertunjukan jathilan, reog, panembromo, tari angguk, keroncong, hingga band.

"Kehadiran angkringan juga menjadi bagian penting dalam perayaan ini. Sajian sederhana tersebut menjadi simbol kedekatan dan cara merayakan yang membumi bersama masyarakat," tutur Dian.

Baca juga: Tumpah Ruah Warga dan Turis Asing disepanjang Titik Nol Jogja, Saksikan Kirab Budaya Hasil Bumi Pada HUT ke-80 Sri Sultan HB X

Kendati demikian, ia mengajak masyarakat untuk hadir dan meramaikan pesta rakyat, yang juga menjadi ruang silaturahmi hangat di tengah suasana bulan Syawal.

"Angkringan menjadi titik temu yang paling dekat dengan masyarakat, membuat perayaan terasa lebih hangat, setara, dan bisa dinikmati siapa saja," pungkas Dian.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU