Selasa, 17 MARET 2026 • 16:55 WIB

Sayang Keluarga, Jelang Lebaran 2026 Menteri Keuangan Purbaya Borong Batik di TM 1 dan Pasar Beringharjo Total Jutaan Rupiah

Author

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat membeli pakaian di Pasar Beringharjo pada Selasa (17/3/2026). (Olivia Rianjani)

JOGJA - Menjelang Lebaran 2026 Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan kunjungan ke Teras Malioboro (TM) 1 dan Pasar Beringharjo pada Selasa (17/3). Dalam kunjungan tersebut, ia memborong berbagai produk khas Yogyakarta seperti batik, kain, dan kaos.

Rombongan Purbaya tiba di TM 1 sekitar pukul 13.30 langsung disambut antusias oleh warga dan wisatawan. Ia tampak dikerumuni masyarakat yang ingin bersalaman dan berswafoto. Kegiatan ini turut didampingi Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, serta perwakilan Dinas Perdagangan, Kepolisian, dan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya.

Usai mengunjungi kios - kios pedagang pakaian di pasar tersebut, Purbaya mengapresiasi geliat ekonomi di Pasar Beringharjo yang dinilainya masih sangat aktif dibanding sejumlah pasar lain.

"Ya, dari kunjungan hari ini ke Beringharjo. Kalau kita melihat pasar-pasar tadi sudah mati suri, ternyata di sini masih rame dan omsetnya juga tinggi sampai Rp 2 triliun. Makin hari makin ramai. Tapi kita pasti akan perbaiki ke depan biar lebih baik," ujarnya kepada wartawan usai tinjauan.

Ia mengaku membeli sejumlah barang karena harga yang relatif terjangkau.

"Saya belanja batik, kain, belanja kaos buat istri, lumayan banyak belanjanya karena harganya lumayan terjangkau dibanding wilayah lain kayak Jakarta. Pasar masih hidup. Tadi ada beberapa pedagang meminta pinjaman KUR juga," katanya.

Meski baru pertama kali berkunjung ke Pasar Beringharjo, ia menilai daya beli masyarakat masih cukup baik.

"Baru ke sini. Apalagi ini kan siang-siang pasti istirahat seharusnya sih, tapi banyak yang ke sini jadi daya beli masih cukup. Mungkin meski belum yang diinginkan, tapi cukup baik. Ke depan akan lebih baik," ucap Purbaya.

Baca juga: Pesan Sultan HB X dan DPRD DIY Dalam Hari Jadi DIY Ke-271

Kendati demikian, ia kembali menekankan jika melihat kondisi pasar rata - rata ekonomi dalam kondisi masih baik baik saja.

"Ya kalau disini sih cukup banyak yang datang, saya pikir tidak mati suri. Cuma ini kita baru keluar dari perlambatan 3 tahun lalu (karena Covid) pasti baliknya belum rata. Saya lihat di Tanah Abang ramai disini ramai. Disini (Beringharjo) ramai. Di tempat lain juga baru saya tanya orang-orang rame. Outlet" ramai. Jadi kelihatannya enggak semati suri yang dibilang oleh para pengamat," tandas Purbaya.

Sementara itu, salah satu pedagang pakaian di Pasar Beringharjo yang dilarisi Purbaya tersebut, Eka Setiarini, mengaku tidak menyangka dagangannya dibeli. Ia pun mengungkapkan detail pembelian yang dilakukan oleh Menteri Keuangan tersebut.

"Tadi Pak Purbaya beli yang bahan katun Jogjaan, belinya lima, solo satu, sama sarimbitnya satu," ujarnya kepada wartawan.

Ia menjelaskan harga barang yang dibeli bervariasi.

"Dari harga Rp 1 jutaan sampai Rp 4.900.000,” katanya.

Menurutnya, total transaksi yang terjadi diperkirakan mencapai sekitar Rp 10 juta.

"Ya Rp1.000.000 x 6 ditambah Rp 4.900.000, ya kurang lebih Rp10 jutaan. Alhamdulillah," tuturnya.

Baca juga: Cabai Merah Sempat Naik 5,76 Persen, Pemkab Sleman Klaim Stok Bahan Pangan Aman dan Kunjungan Pasar Masih Stabil

Eka juga menyebut salah satu produk yang paling menarik perhatian adalah kain sutra sarimbit.

"Kalau yang menarik, ini yang sutranya yang sarimbit. Kalau yang tadi yang kayaknya yang klasik-klasik," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Dan Wawancara Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU