JOGJA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Daerah Istimewa Yogyakarta menyiapkan uang layak edar (ULE) sebesar Rp 4,99 triliun guna memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026.
Kepala Perwakilan BI DIY Sri Darmadi Sudibyo mengatakan penyediaan uang tunai tersebut dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya aktivitas ekonomi, terutama seiring datangnya jutaan pemudik dan wisatawan ke wilayah DIY.
"Penyediaan ULE ini untuk memenuhi kebutuhan transaksi yang diprediksi meningkat seiring kedatangan sekitar 8,2 juta pemudik dan wisatawan ke wilayah DIY," ujar Darmadi, Senin (16/3/2026).
Menurutnya, jumlah uang yang disiapkan pada tahun ini meningkat sekitar 8,24 persen dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya yang mencapai Rp 4,61 triliun.
Untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat akan uang baru, BI bersama perbankan juga membuka berbagai layanan penukaran yang berlangsung sejak 13 Februari hingga 17 Maret 2026 dengan total 42 titik layanan di seluruh DIY.
Darmadi menjelaskan layanan tersebut disediakan melalui beberapa skema, mulai dari layanan penukaran ritel hingga kerja sama dengan perbankan.
"Untuk layanan penukaran ritel sendiri sudah dilaksanakan bersama sembilan perbankan mulai 3 hingga 5 Maret 2026," katanya.
Ia pun menyebut layanan penukaran ritel tersebut digelar di sejumlah tempat ibadah di wilayah DIY, diantaranya Masjid Gede Kauman, Masjid Syuhada, Masjid Agung Sleman, Masjid Agung Kulon Progo, Masjid Agung Bantul, dan Masjid Agung Wonosari.
Selain itu, BI juga menyelenggarakan layanan penukaran terpadu yang dipusatkan di Kompleks GOR Amongrogo pada 25 Februari hingga 12 Maret 2026. Layanan penukaran juga tersedia di 34 kantor perbankan yang tersebar di berbagai wilayah DIY, baik di kantor pusat maupun cabang.
Menjelang puncak arus mudik, BI turut menghadirkan layanan kas keliling dan penukaran uang baru di Stasiun Yogyakarta pada 13 hingga 17 Maret 2026.
"Masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan ini harus mengikuti mekanisme yang telah ditentukan demi ketertiban," kata Darmadi.
Ia menuturkan masyarakat diwajibkan melakukan pendaftaran terlebih dahulu melalui situs resmi BI. Setiap sesi penukaran dibatasi 100 kuota dan masyarakat dapat melakukan penukaran maksimal tiga kali di setiap bank.
Di sisi lain, BI mencatat perekonomian DIY masih menunjukkan kinerja positif. Pada triwulan IV 2025, ekonomi daerah tersebut tumbuh 5,49 persen secara tahunan (year on year/yoy).
"Pada masa Lebaran ini daya beli masyarakat semoga tetap terjaga meski terdapat tantangan inflasi," ujar Darmadi.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi DIY bahkan menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa dan melampaui rata-rata nasional yang tercatat sebesar 5,04 persen (yoy). Kinerja tersebut didorong oleh sejumlah sektor, seperti konstruksi, informasi dan komunikasi, serta akomodasi makan dan minum. Meski demikian, BI tetap mewaspadai tekanan inflasi di daerah tersebut. Pada Februari 2026, inflasi DIY tercatat sebesar 4,91 persen (yoy).
"Kenaikan harga emas global yang mencapai sekitar USD 5.300 per troy ons turut menjadi salah satu faktor yang memicu tekanan inflasi. Selain itu, menjelang Ramadan dan Idulfitri, potensi kenaikan harga juga diperkirakan terjadi pada sejumlah komoditas pangan seperti bawang merah, cabai rawit, telur, dan daging ayam ras," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung