Jumpa pers Komisi A DPRD DIY, Senin (16/3/2026). (Olivia Rianjani)
JOGJA - Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyampaikan sejumlah pesan penting menjelang perayaan Lebaran 2026. Pesan tersebut ditujukan kepada pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga masyarakat agar momentum Idulfitri berjalan aman, tertib, serta memperkuat solidaritas sosial.
Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, mengatakan ada lima hal utama yang perlu menjadi perhatian selama periode Lebaran tahun ini. Pertama, ia meminta pemerintah daerah bersama TNI dan Polri untuk bergotong royong menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah Yogyakarta.
"Ada lima pesan yang kita akan menyampaikan terkait dengan Lebaran tahun 2026. Pesan yang pertama adalah pada Pemda dan juga TNI-Polri untuk bergotong royong memastikan situasi dan kondisi di Jogja tertib dan aman. Jadi konsentrasi kita pada aspek ketertiban umum dan juga keamanan," ujar Eko, dikantornya kepada wartawan, pada Senin (16/3/2026).
Pesan kedua, lanjutnya, adalah menjaga dan mengembangkan sikap toleransi di tengah masyarakat. Ia mengapresiasi masyarakat DIY yang mampu menjaga keharmonisan selama Ramadan meskipun terdapat perbedaan dalam penentuan hari raya.
"Yang kedua kita juga mengajak masyarakat untuk terus mengembangkan toleransi. Kami terima kasih pada masyarakat DIY dalam Ramadhan tahun ini itu luar biasa. Sekalipun di tengah-tengah perbedaan memulai hari raya sehingga kita mampu menunjukkan bagaimana melewati, menjalani Ramadhan ini dengan kebesaran hati," ucapnya.
Ia kembali menyoroti suasana Ramadan yang berlangsung kondusif tanpa adanya aksi sweeping, serta adanya saling menghormati antara masyarakat yang menjalankan ibadah puasa dan yang tidak.
"Termasuk perbedaan juga memastikan tidak ada sweeping selama Ramadhan ini. Pada saat yang sama yang tidak puasa pun juga menghormati yang puasa hari ini. Ini satu harmoni kehidupan yang sangat baik," tutur Eko.
Pesan ketiga ditujukan kepada pemerintah kabupaten dan kota se-DIY agar melakukan monitoring hingga tingkat desa dan kelurahan, terutama dalam menjaga keamanan dan toleransi selama masa Lebaran.
"Yang ketiga kepada Pemerintah Kabupaten/Kota se-DIY karena luasan wilayah kita ini juga tidak seluas Jawa Tengah atau Jawa Timur atau Jawa Barat. Maka harapan kita pemda ini bisa melakukan monitoring pada tingkat desa dan kelurahan," jelasnya.
Selain itu, kepada Pemda dan jajarannya juga diminta memperhatikan rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat saat arus mudik dan arus balik.
"Ini untuk memastikan keamanan, memastikan toleransi termasuk yang keempat yang bisa saya sebutkan terkait dengan bagaimana rekayasa lalu lintas. Harapan kita monitoringnya sampai ke tingkat desa," katanya.
Pesan kelima adalah memperkuat solidaritas sosial di tengah kondisi ekonomi yang dinilai sedang tidak baik.
"Kemudian yang kelima kita mendorong untuk bersama-sama membangun solidaritas sosial. Hari ini kita paham situasi ekonomi sedang tidak bagus. Sudah tidak bagus lapangan kerja juga susah untuk dicari dalam situasi seperti sekarang," imbuh Eko.
Menurutnya, solidaritas sosial masyarakat diharapkan dapat menjadi penopang bagi masyarakat selain program perlindungan sosial dari pemerintah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung