Kamis, 12 MARET 2026 • 19:10 WIB

Polresta Sleman Siapkan 4 Pos Pengamanan dan Layanan untuk Operasi Ketupat Progo 2026

Author

Kabag Ops Polresta Sleman, Kompol Masnoto. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Polresta Sleman akan menyiapkan empat titik pos selama Operasi Ketupat Progo, yang akan dimulai malam ini pukul 00.00. Empat pos tersebut terdiri dari dua pos pengamanan, satu pos pelayanan, dan satu pos terpadu.

Kabag Ops Polresta Sleman, Kompol Masnoto mengatakan bahwa personel Polresta Sleman sudah mulai masuk ke pos - pos tersebut pada pukul 23.00 sebagai persiapan apel dan penempatan, satu jam sebelum operasi resmi dimulai pada hari ini 12 Maret 2026.

"Kami akan menempatkan satu pos terpadu di Tempel, kemudian pos pengamanan di Simpang Gamping, Pelem Guri, dan TWC Prambanan. Pos pelayanan ada di Ambarukmo Plaza," ujarnya, dalam jumpa pers di Rumah Dinas Bupati Sleman, Kamis (12/3/2026).

Masnoto menyebut bahwa pos-pos tersebut bukan hanya milik kepolisian, tetapi juga melibatkan instansi lain dan relawan masyarakat.

"Nanti ada teman-teman ormas dan relawan yang bergabung bersatu padu untuk memberikan pelayanan terkait mudik maupun kegiatan Idul Fitri," katanya.

Baca juga: Relokasi Batal, SD Negeri Nglarang Sleman Tetap Dibangun di Lahan Lama Berdampingan dengan Tol Jogja - Solo

Ia juga mengingatkan tentang potensi kerawanan selama libur Lebaran. Salah satunya adalah kepadatan lalu lintas akibat mobilitas masyarakat yang tinggi.

"Satu, macet itu pasti terjadi. Yang penting roda berputar. Kalau Yogyakarta di musim libur tidak macet itu hal yang aneh, dan itu perlu kita khawatirkan. Artinya animo masyarakat terkait kunjungan menurun," jelasnya.

Selain kemacetan, kecelakaan lalu lintas menjadi perhatian utama. Sleman tercatat memiliki angka kecelakaan lalu lintas tinggi setiap bulan, dengan korban meninggal antara 12 hingga 20 orang.

"Yang menyedihkan, orang meninggal dengan cara tidak tertib akibat kelalaian dan faktor-faktor lainnya. Itu perlu kita sikapi untuk meminimalisir laka lantas," ungkap Masnoto. 

Polresta Sleman juga, kata dia, sudah mengecek jalur utama dan jalur alternatif untuk mengurangi kemacetan. Beberapa jalur alternatif, misalnya dari Tempel ke Cangkringan, Kalasan, dan Prambanan, maupun jalur dari Tempel ke Seyegan, Minggir, Moyudan, dan Klangon, dinilai cukup layak dilalui.

"99 persen jalur itu bagus bisa dilewati, baik dari arah Magelang, Klaten, maupun Jakarta," katanya.

Baca juga: Adhitya Panji Anom Resmi Jabat Kapolresta Sleman, Langsung Segera Pimpin Ops Ketupat Progo 2026 Sleman

Dalam Operasi Ketupat Progo, menurutnya Polresta Sleman menyiapkan 454 personel untuk pos PAM dan 457 personel untuk satgas preventif, kantib, dan carlantas. Personel akan diperkuat tambahan 1.071 personel dari Polresta Sleman dan dukungan Polda DIY.

"Jumlah personel nanti kita sesuaikan dan ditambah instansi samping, baik TNI, Satpol PP, maupun relawan, untuk pergelaran pasukan dan mengurai potensi kerawanan," pungkas Masnoto. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU