Cabai Merah Sempat Naik 5,76 Persen, Pemkab Sleman Klaim Stok Bahan Pangan Aman dan Kunjungan Pasar Masih Stabil
JOGJA - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman memastikan ketersediaan bahan pokok di sejumlah pasar rakyat dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Sleman, Dwi Wulandari, mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan terhadap stok dan harga komoditas utama di sejumlah pasar serta distributor.
"Berdasarkan data stok bahan pokok pada Februari di pasar-pasar besar Kabupaten Sleman, ketersediaan komoditas utama masih cukup dan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga pasca Lebaran," ujar Wulandari, dalam jumpa pers di Rumah Dinas Bupati, pada Selasa (10/3/2026).
Pemantauan itu dilakukan di sejumlah pasar rakyat, di antaranya Pasar Prambanan, Pasar Pakem, Pasar Godean, Pasar Tempel, Pasar Sleman, Pasar Cebongan, dan Pasar Gamping.
Menurutnya, berbagai komoditas utama seperti beras, gula pasir, minyak goreng, telur ayam ras, daging sapi, daging ayam ras, cabai rawit merah, cabai merah keriting, bawang merah, bawang putih, jagung pipilan, hingga kedelai masih tersedia dengan jumlah yang mencukupi.
Selain memantau ketersediaan barang, Disperindag Sleman juga rutin memonitor perkembangan harga kebutuhan pokok melalui petugas Tim Harga Pangan yang setiap hari melaporkan kondisi harga di pasar.
"Pemantauan harga dilakukan secara rutin di pasar rakyat yang tersebar di Sleman. Petugas tim harga pangan setiap hari melaporkan perkembangan harga di masing-masing pasar," katanya.
Wulandari menjelaskan, pada minggu pertama Maret 2026 dibandingkan minggu keempat Februari 2026, harga sejumlah komoditas utama seperti beras, gula pasir kemasan, minyak goreng premium, dan daging sapi terpantau stabil.
Namun demikian, terdapat kenaikan tipis pada beberapa komoditas, dengan kenaikan tertinggi terjadi pada cabai merah sebesar 5,76 persen.
"Beberapa komoditas mengalami kenaikan tipis, di antaranya cabai merah, susu, gula pasir curah, minyak goreng Minyakita, dan daging ayam ras," jelasnya.
Di sisi lain, sejumlah komoditas juga menunjukkan tren penurunan harga. Penurunan paling tajam terjadi pada cabai merah besar yang turun hingga 8,74 persen.
Selain itu, cabai merah keriting, bawang putih, serta telur ayam ras juga mengalami penurunan harga. Telur ayam ras turun sekitar 3,49 persen menjadi Rp 29.150 per kilogram," ungkapnya.
Untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan menjelang Lebaran, Pemerintah Kabupaten Sleman melakukan sejumlah langkah. Salah satunya adalah pendampingan penyaluran minyak goreng Minyakita di pasar-pasar pantauan melalui distributor dan Bulog.
Disamping itu, Disperindag Sleman juga menggelar operasi pasar bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY untuk komoditas gula pasir sebanyak 9 ton di Pasar Sleman.
Pemda juga menggelar pasar murah di berbagai wilayah. Pada Maret 2026, rencananya pasar murah akan dilaksanakan di 15 titik lokasi di Kabupaten Sleman dengan dukungan dana APBD serta bantuan dari Bank Indonesia.
Di sisi pengawasan, Disperindag juga melakukan pemeriksaan terhadap barang rusak, kedaluwarsa, serta bahan berbahaya di pasar rakyat dan toko swalayan.
"Pengawasan kami lakukan terhadap kelayakan produk, masa kedaluwarsa, kesesuaian label, serta standar keamanan pangan agar tidak mengandung bahan berbahaya seperti formalin maupun pewarna berbahaya seperti rhodamin B," terang Wulandari.
Baca juga: Jadi Lulusan Tercepat UGM, Kisah Marlyn Buat Skripsi Tentang Depresi pada Perempuan Menikah
Pengawasan tersebut dilaksanakan sejak minggu pertama Februari hingga minggu kedua Maret 2026.
Disperindag Sleman juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan penimbunan barang kebutuhan pokok yang dapat memicu kelangkaan dan kenaikan harga di pasaran.
"Stok bahan pokok aman, sehingga kami mengimbau masyarakat tidak melakukan penimbunan yang bisa memicu kelangkaan," kata Wulandari.
Menjelang Lebaran kali ini, pemerintah daerah juga menyoroti kesiapan pasar tradisional, terutama terkait kebersihan dan pengelolaan sampah.
"Pasar tradisional harus siap menyambut peningkatan kunjungan masyarakat, termasuk menjaga kebersihan dan pengelolaan sampah karena itu menjadi perhatian utama konsumen," ucapnya.
Pada kesempatan itu, ia memaparkan data kunjungan masyarakat ke pasar jika berdasarkan data hingga Desember 2025, kunjungan itu tercatat mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurutnya, antusiasme masyarakat juga terlihat pada berbagai kegiatan pasar murah maupun pasar takjil Ramadan yang digelar pemerintah daerah.
"Ketika kami mengadakan grebek pasar takjil Ramadan, kunjungan masyarakat sangat luar biasa," katanya.
Baca juga: Layani 24 Jam Penuh, BAZNAS Sleman Siapkan 40 Masjid Ramah Musafir, Berikut Daftarnya
Pasar takjil tersebut digelar di lima lokasi, yakni Pasar Kejambon, Pasar Potrojayan, Pasar Sleman Unit 2, Pasar Cebongan, dan Pasar Godean.
Meski demikian, di beberapa wilayah seperti Moyudan, Minggir, dan Prambanan, jumlah pengunjung pasar murah sempat mengalami sedikit penurunan.
"Jadi secara umum kunjungan pasar di Sleman masih stabil bahkan meningkat pada 2025," pungkas Wulandari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung