Wakil Ketua 2 Baznas Sleman Muhaimin. (Olivia Rianjani)
JOGJA - Menyambut arus mudik Lebaran 2026 yang diperkirakan mencapai 8,2 juta orang masuk ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menyiapkan puluhan masjid sebagai tempat singgah bagi para pemudik. Melalui program Masjid Ramah Musafir, BAZNAS Sleman menyalurkan bantuan sebesar Rp 44 juta untuk mendukung fasilitas di 40 masjid yang berada di jalur mudik wilayah Sleman.
Wakil Ketua 2 Baznas Sleman Muhaimin, mengatakan program ini dilaksanakan bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat guna memberikan tempat istirahat bagi pemudik yang melakukan perjalanan panjang menuju kampung halaman.
"Kita menetapkan 40 masjid ramah pemudik. Jadi masjid-masjid yang berada di pinggir jalan seluruh Sleman kita bantu untuk pengadaan logistik seperti roti kering, minuman, kopi, teh dan sebagainya," ujarnya dalam jumpa pers di Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa (10/3/2026).
Selain logistik konsumsi, setiap masjid juga diberikan spanduk penanda sebagai lokasi ramah pemudik. BAZNAS juga membantu kebutuhan kebersihan dan kenyamanan masjid.
"Masjid itu kita berikan spanduk yang menyatakan bahwa masjid tersebut menjadi masjid ramah pemudik atau musafir," kata Muhaimin.
BAZNAS Sleman mendorong agar masjid yang ditunjuk menyediakan layanan selama 24 jam dengan petugas yang berjaga sehingga pemudik dapat beristirahat kapan saja.
"Kita sarankan masjid-masjid menyediakan layanan 24 jam dan ada petugasnya. Kami membantu dari sisi logistik supaya pemudik nyaman berada di masjid," jelasnya.
Begitu juga, bantuan operasional yang diberikan kepada setiap masjid sebesar Rp 1 juta. Dana tersebut digunakan untuk menyediakan konsumsi ringan, pengharum ruangan, serta perlengkapan kebersihan seperti sabun untuk toilet.
"Program Masjid Ramah Musafir mulai dijalankan sejak 3 Maret 2026 dan akan berlangsung hingga 27 Maret 2026, atau sekitar sepekan sebelum dan sesudah Lebaran," ungkap Muhaimin.
Adapun masjid - masjid yang ramah pemudik dan musafir itu berada di jalur-jalur utama yang sering dilalui kendaraan luar kota, diantaranya Masjid Agung Sleman yang berlokasi di Jalan Parasamya dan Masjid Al 'Adn di Ringroad Barat, Gamping.
Muhaimin menambahkan, tingkat kunjungan pemudik biasanya berbeda di setiap masjid. Masjid yang berada di jalur utama dan berukuran besar cenderung lebih ramai.
"Kalau yang paling banyak biasanya di jalur mudik utama. Kami pernah membantu di Masjid PKU Muhammadiyah Gamping dan itu sangat banyak pemudik yang singgah. Kalau masjid kecil biasanya tidak terlalu ramai karena pemudik cenderung memilih masjid yang besar," bebernya.
Selain program Masjid Ramah Musafir, BAZNAS Sleman juga menyalurkan berbagai bantuan sosial selama Ramadan 1447 Hijriah. Program tersebut antara lain bantuan paket sembako bagi 150 pedagang di lima pasar dengan total Rp15 juta pada 23 - 27 Februari 2026. Kemudian kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) tingkat kabupaten dengan penyaluran Rp 37,5 juta untuk 50 masyarakat miskin di lima masjid pada 20 Februari hingga 8 Maret 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung