JOGJA - Ketertarikan pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sejak SMA mengantarkan Khaira Zata Dini menempuh pendidikan di Program Studi D4 Teknologi Veteriner, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM).
Ketertarikan tersebut diperkuat oleh latar belakang keluarganya yang berkecimpung di bidang biologi dan kedokteran hewan. Perempuan yang akrab disapa Aira ini berhasil menyelesaikan studi Sarjana Terapan dalam waktu 3 tahun 11 bulan 2 hari. Capaian tersebut menjadikannya sebagai wisudawan dengan masa studi tercepat pada program sarjana terapan periode ini. Sebagai perbandingan, rata-rata masa studi 152 lulusan sarjana terapan pada periode yang sama mencapai 4 tahun 6 bulan.
Aira mengatakan, percepatan masa studinya tidak lepas dari sistem pembagian Satuan Kredit Semester (SKS) yang telah dirancang program studi serta metode pembelajaran yang diterapkan dosen. Sejak awal perkuliahan, ia juga terlibat dalam tim riset salah satu dosen yang menuntut progres rutin setiap pekan.
"Pemikiran yang ditanamkan dari dosen untuk selalu berprogres. Progres belajar, riset, hingga tugas akhir harus selalu ada setiap minggu walau sekecil apapun," ungkapnya, Selasa (3/3/2026).
Kebiasaan menjaga konsistensi progres tersebut, lanjutnya, sangat membantu dalam penyusunan tugas akhir sehingga dapat diselesaikan tepat waktu. Sebagai anak kedua dari empat bersaudara, Aira mengaku memiliki motivasi kuat untuk membanggakan orang tua. Ia dan saudara-saudaranya memiliki tujuan yang sama, yakni segera menyelesaikan studi dan memulai karier.
"Aku sama saudaraku punya tujuan sama untuk menjadi kebanggaan orang tua dengan cepat lulus dan cepat mulai berkarir," ucapnya.
Dukungan moral dan spiritual dari keluarga, menurutnya, menjadi energi tambahan dalam menyelesaikan studi lebih cepat dari rata-rata. Tak hanya lulus lebih awal, Aira juga telah lebih dulu memasuki dunia kerja. Tiga bulan setelah masa yudisium, ia diterima bekerja di salah satu rumah sakit hewan di Jakarta. Pengalaman tersebut justru memunculkan keinginan untuk memperdalam ilmu, khususnya terkait perkembangan teknologi dan alat penunjang medis veteriner.
Ia pun merencanakan melanjutkan studi magister di bidang Bioteknologi di UGM, yang selaras dengan topik tugas akhir yang telah ia kerjakan.
"Rencanaku nanti akan kembali ke Jogja, mencari pekerjaan di sini karena berencana untuk melanjutkan S2 di UGM," ujarnya.
Baca juga: Pemulihan Pascabencana di Aceh Utara, UGM Resmikan Balai Desa Geudumbak
Kendati demikian, ia menekankan bahwa proses belajar tidak berhenti di bangku kuliah. Dunia kerja juga menjadi ruang pembelajaran yang penting untuk pengembangan diri. Ia berpegang pada prinsip untuk selalu mengingat tujuan awal sebagai sumber motivasi saat menghadapi tantangan.
"Kalau kita punya motivasi besar yang harus kita capai akan menjadikan tujuan agar tidak mudah menyerah," pungkas Aira.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dikirim Melalui E-mail