Potret Balai Desa Geudumbak yang diresmikan UGM. (Istimewa)
JOGJA - Universitas Gadjah Mada (UGM) meresmikan Balai Desa Geudumbak yang berlokasi di lingkungan Masjid Baiturrasyidin, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (27/2). Fasilitas ini diharapkan menjadi pusat aktivitas warga sekaligus simbol komitmen UGM dalam mendukung pemulihan sosial pasca banjir di wilayah tersebut.
"Balai Desa yang dibangun di area masjid tersebut akan difungsikan sebagai pusat kegiatan masyarakat, meliputi layanan kesehatan, pendidikan, serta koordinasi kegiatan sosial kemasyarakatan,” ujar anggota tim peneliti UGM, Ir. Ashar Saputra, dalam keterangan tertulis, Senin (2/3/2026).
Ashar menjelaskan, peresmian Balai Desa Geudumbak diharapkan mendorong pemanfaatan fasilitas secara optimal dan berkelanjutan, sekaligus menjadi fondasi penguatan ketahanan sosial masyarakat desa ke depan. Acara ini juga menandai penarikan tim KKN PPM UGM setelah 30 hari melakukan pengabdian di desa.
"Warga dan pemerintah desa setempat berharap program KKN UGM bisa dilanjutkan untuk mempercepat pemulihan," tuturnya.
Menurutnya, ini juga sebagai bagian dari program KKN PPM UGM Peduli Bencana, mahasiswa diterjunkan di Aceh Utara dan Pidie Jaya. Mereka fokus pada pemulihan fasilitas pendidikan, penyediaan air bersih dan sanitasi, penyesuaian hunian sementara (huntara), serta pemeriksaan kesehatan.
"Program ini berusaha meringankan beban para penyintas, di tengah keterbatasan fasilitas baik yang dihadapi tim KKN maupun warga penyintas," imbuh Ashar.
Program ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, yang menitikberatkan pada tiga sektor yakni kesehatan, infrastruktur, dan pendidikan.
Di bidang kesehatan, mahasiswa menyosialisasikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui edukasi cuci tangan yang benar, terutama bagi anak-anak. Tim juga menyelenggarakan terapi Sujok untuk ibu dan anak, serta mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Puskesmas Langkahan.
"Hibah alat kesehatan juga diberikan kepada masyarakat guna mendukung pelayanan kesehatan dasar di desa," ujar Ashar.
Di sektor infrastruktur, mahasiswa memasang filter air, toren air untuk fasilitas MCK, serta dua unit Penerangan Jalan Umum (PJU) tenaga surya. Revitalisasi fasilitas Puskesmas dilakukan agar lebih representatif. Mahasiswa juga melakukan survei lokasi huntara dan membantu distribusi kayu untuk pembangunan hunian sementara, seluruhnya secara gotong royong bersama masyarakat.
Di bidang pendidikan, mahasiswa membentuk Pojok Baca Geudumbak di SMP Negeri 3 Langkahan, disertai donasi buku untuk meningkatkan literasi siswa.
Selain itu, tim membantu pembelajaran di SMP Negeri 3 Langkahan dan SD Negeri 2 Langkahan, mengadakan senam bersama, kegiatan belajar dan bermain di luar jam sekolah, serta mendukung pendidikan keagamaan melalui kegiatan mengaji di masjid.
"Penyediaan tong sampah di sekolah juga dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran kebersihan sejak dini," imbuh Ashar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dikirim Melalui E-mail