Jumat, 13 FEBRUARI 2026 • 14:15 WIB

Dishub Kota Jogja Beberkan Titik Ngabuburit Selama Ramadhan 2026 :"Siapkan Rekayasa Lalu Lintas"

Author

Tugu Pal Putih Yogyakarta. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Menjelang Ramadan 2026, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta menyiapkan sejumlah langkah antisipatif guna menjaga kelancaran arus lalu lintas sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat selama bulan puasa.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho, mengatakan pihaknya telah memetakan sejumlah titik yang diprediksi mengalami lonjakan aktivitas saat ngabuburit.

"Ada empat kawasan utama yang menjadi fokus layanan masyarakat selama Ramadan, yakni Jogokariyan, Nitikan, Kauman, serta area XT Square. Selain itu, Pasar Kranggan juga menjadi perhatian karena setiap sore cukup padat oleh aktivitas kuliner," ujarnya saat ditemui di Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Kamis (12/2/2026).

Menurut Agus, peningkatan mobilitas masyarakat menjelang waktu berbuka puasa berpotensi menimbulkan kepadatan kendaraan. Karena itu, pemetaan dilakukan lebih awal untuk memastikan arus lalu lintas tetap terkendali.

"Di titik-titik tersebut biasanya terjadi peningkatan aktivitas masyarakat menjelang berbuka puasa, sehingga kami melakukan pemetaan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas," katanya.

Baca juga: Selama Ramadan 2026, Pemkot Jogja Perketat Usaha Kuliner Hingga Hiburan Malam, Ini Aturannya

Selain itu, Dishub juga memperkuat pengawasan distribusi barang dan jasa agar pasokan kebutuhan masyarakat selama Ramadan tidak terganggu. Pengawasan dilakukan bersama Satlantas Polresta Yogyakarta melalui operasi gabungan yang bersifat pembinaan.

"Kami ingin memastikan kendaraan angkut barang dan sopir dalam kondisi sehat. Ini bukan mempersulit, tetapi memberikan kepastian layanan distribusi berjalan aman dan lancar," tegas Agus.

Upaya lain yang dilakukan yakni pelaksanaan safety tour untuk meningkatkan kesadaran keselamatan berlalu lintas sekaligus memperkenalkan layanan angkutan umum kepada masyarakat.

Patroli malam pun akan ditingkatkan bersama aparat kepolisian dan Satpol PP Kota Yogyakarta di sejumlah kawasan strategis, seperti Masjid Syuhada, Pasar Ngasem, dan Malioboro.

Dalam menghadapi lonjakan aktivitas selama Ramadan, Dishub menyiapkan manajemen lalu lintas berupa rekayasa arus kendaraan, penyediaan kantong parkir tambahan, hingga pengaturan parkir lanjutan apabila terjadi kepadatan.

"Pengawasan kendaraan angkut orang dan barang melalui ramp check juga dilakukan bersama Jasa Raharja untuk memastikan keselamatan pengguna jalan," imbuh Agus.

Baca juga: Stok Pangan Ramadan 2026 di Sleman Aman dan Ajukan Tambahan 114 Lebih LPG, Pemkab Minta Warga Tidak "Panic Buying"

Terkait keberadaan pedagang takjil yang kerap berjualan di badan jalan, Agus mengakui hal tersebut sudah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Yogyakarta saat ngabuburit. Namun demikian, ia tetap mengingatkan adanya potensi perlambatan arus kendaraan di lokasi-lokasi tersebut.

"Kami tetap mengedepankan kelancaran lalu lintas, namun masyarakat juga kami minta memaklumi jika ada perlambatan arus di lokasi ngabuburit yang memang sudah menjadi tradisi dan daya tarik wisata Jogja," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU