Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo. (Olivia Rianjani)
JOGJA - Pemerintah Kota Yogyakarta akan menata ulang kawasan bekas sentra penjahit di sisi barat Malioboro menjadi ruang pedestrian dan taman kota. Seluruh bangunan lama di kawasan tersebut dipastikan akan dibongkar setelah aktivitas penjahit direlokasi ke Pasar Terban.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan, relokasi penjahit dari kawasan barat Malioboro sudah selesai dilakukan. Selanjutnya, area tersebut akan dikembalikan fungsinya sebagai ruang publik.
"Yang di barat Mana Kampus itu kan sudah direlokasi ke Terban. Nah itu rencananya akan difungsikan sebagai apa? Saya bikin pedestrian dan taman," ujarnya saat ditemui di Pendopo Taman Perwira Prawirodirjan, Gondomanan, Kota Yogyakarta, Rabu (21/1/2026).
Hasto menjelaskan, rencana penataan kawasan tersebut sebenarnya telah dipikirkan sejak awal dirinya dilantik sebagai wali kota. Menurutnya, bangunan-bangunan lama, termasuk rumah penjahit dan tempat permak jeans, sudah tidak sesuai dengan konsep penataan kawasan Malioboro.
"Memang sejak setahun yang lalu saya dilantik, itu langsung saya rencanakan supaya kawasan itu kita bersihkan," ucapnya.
Baca juga: Tolak Relokasi ke Pasar Terban, Pedagang Kios Jenderal Sudirman Ngadu ke DPRD Jogja
Ia pun menegaskan, proses relokasi penjahit dilakukan secara bertahap dan disertai dengan penyiapan fasilitas di lokasi baru. Saat ini, Pemkot Yogyakarta masih fokus memastikan kesiapan Pasar Terban agar dapat menampung aktivitas para penjahit secara optimal.
"Sekarang ini baru disiapkan di Pasar Terban itu mesin jahitnya supaya bisa masuk ke dudukan-dudukan yang ada. Kalau sudah masuk, ya sudah, kita pindah terus kita bersihkan," jelas Hasto.
Hasto memastikan pembangunan pedestrian dan taman kota di kawasan barat Malioboro akan mulai dikerjakan tahun ini.
"Iya, tahun ini dibangun," katanya.
Dalam kesempatan itu, Hasto merespon keluhan pedagang Pasar Sentul yang mengaku mengalami penurunan jumlah pembeli. Ia mengatakan telah berkomunikasi langsung dengan para pedagang dan memberikan sejumlah kebijakan keringanan.
"Sudah komunikasi dengan saya. Sudah kita lakukan dispensasi supaya pembayarannya tidak memberatkan," imbuh Hasto.
Ia juga menyebut bahwa Pemkot Yogyakarta tidak menaikkan retribusi pasar, bahkan memberikan potongan sebagai bentuk dukungan kepada pedagang.
"Oh malah di diskon itu, tidak naik, malah mungkin dikurangi," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung