Rabu, 28 JANUARI 2026 • 17:00 WIB

IDI DIY: Peluang Karier Dokter Makin Beragam, Jumlah Dokter RI Masih di Bawah WHO

Author

Pengambilan Sumpah Dokter Periode LXXXVII Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UMY, Rabu (28/1/2026). (Istimewa)

JOGJA - Peluang kerja lulusan kedokteran di Indonesia dinilai semakin terbuka dan beragam. Lulusan dokter tidak lagi terbatas pada praktik klinis semata, tetapi juga memiliki kesempatan berkarier di berbagai sektor nonklinis, mulai dari akademisi, peneliti, manajer layanan kesehatan, hingga wirausahawan di bidang kesehatan.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, dr. Heri Setyanto, Sp.B., FINACS., mengatakan bahwa seiring berkembangnya kebutuhan sistem kesehatan nasional, profesi dokter kini memiliki ruang kontribusi yang semakin luas.

"Dengan semakin beragamnya pilihan karier, gelar dokter bukan hanya simbol kelulusan, tetapi awal dari amanah besar. Di mana pun jalur karier yang dipilih, peran dokter tetap berpijak pada komitmen melayani masyarakat, bangsa, dan nilai-nilai kemanusiaan," ujar dr. Heri.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Dokter Periode LXXXVII Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang digelar pada Rabu (28/1/2026), di Convention Hall Lantai 4 Gedung Erwin Santosa RS PKU Muhammadiyah Gamping.

Baca juga: Gara - Gara Putung Rokok, Mahasiswa UMY Ini Ngadu ke MK Ajukan Uji Materiil Pasal 106 UU LLAJ

Pada kesempatan tersebut, sebanyak 18 dokter baru dilantik dan didorong untuk tidak membatasi pilihan karier hanya pada satu jalur profesi. Menurut dr. Heri, kebutuhan tenaga kesehatan nasional justru membuka peluang besar bagi dokter untuk berkontribusi di berbagai sektor strategis, baik klinis maupun nonklinis.

"Setelah lulus, adik-adik bisa memilih berbagai jalur karier. Bisa menjadi dokter spesialis, akademisi, peneliti, atau manajer kesehatan, mulai dari kepala puskesmas, kepala dinas kesehatan, hingga menteri kesehatan. Bahkan, satu jalur yang sering terlupakan adalah menjadi entrepreneur di bidang kesehatan, seperti mendirikan klinik atau rumah sakit,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dr. Heri menjelaskan bahwa besarnya peluang kerja dokter sejalan dengan masih terbatasnya jumlah tenaga medis di Indonesia, terutama dokter spesialis. Kondisi tersebut menjadikan dokter baru memiliki peran strategis dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan nasional.

"Jumlah dokter di Indonesia saat ini masih sekitar 219 ribu orang atau 0,76 per seribu penduduk, masih berada di bawah standar World Health Organization (WHO). Sementara itu, jumlah dokter spesialis baru sekitar 31 ribu orang, padahal kebutuhan nasional mencapai sekitar 70 ribu dokter spesialis untuk melayani kesehatan bangsa dan negara," ungkapnya.

Baca juga: UMY Cetak 18 Dokter Baru Hari Ini

Selain jalur klinis dan struktural, sektor kewirausahaan kesehatan juga dinilai memiliki potensi ekonomi yang besar dan belum banyak digarap oleh dokter muda. Menurut dr. Heri, peluang tersebut dapat menjadi alternatif karier yang menjanjikan apabila dikelola secara profesional dan beretika.

"Setiap tahun sekitar 2,4 juta bayi laki-laki lahir di Indonesia. Jika layanan sunat rata-rata bernilai satu juta rupiah, potensi ekonominya sangat besar. Belum lagi bidang estetika medis yang saat ini bernilai puluhan triliun rupiah dan diproyeksikan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan. Ini merupakan peluang nyata yang dapat dikelola oleh dokter, tentu dengan tetap menjunjung tinggi etika profesi," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Di Grup WA

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU