Hadiri Karangmalang Education Forum Oleh UNY, Abdul Mu'ti Tekankan Akademisi Pakai Tiga Pilar Ini Hadapi Ancaman AI
JOGJA - Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Alumni Universitas Negeri Yogyakarta (DPP IKA UNY) menyelenggarakan Karangmalang Education Forum (KEF) sebagai forum strategis untuk menanggapi perkembangan kecerdasan artifisial (AI) dalam dunia pendidikan. Forum bertajuk "AI dan Peningkatan Mutu Pendidikan Untuk Semua" ini digelar secara hybrid pada Sabtu (24/1/26) di Ballroom Gedung IKA UNY, diikuti lebih dari 800 peserta luring dan 340 peserta daring melalui Zoom Meeting.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor UNY, Prof. Sumaryanto, yang menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, alumni, dan pemangku kepentingan pendidikan dalam menghadapi transformasi digital.
"Pemanfaatan AI harus diarahkan untuk memperkuat kualitas pembelajaran, memperluas akses pendidikan, serta tetap menjaga nilai-nilai humanistik yang menjadi fondasi pendidikan nasional," ujar Prof. Sumaryanto dalam sambutannya.
Prof. Sumaryanto juga memaparkan perkembangan kapasitas dosen di UNY, termasuk peningkatan jumlah guru besar dan lulusan program doktor. Ia menekankan bahwa kualitas sumber daya manusia di universitas harus menjadi prioritas.
"Kalau kita mau UNY menjadi universitas yang kompetitif, minimal 80 persen dosen harus bergelar doktor. Bahkan sekarang lebih dari 50 persen dosen sudah doktor, padahal dulu hanya 32 persen," kata Prof. Sumaryanto.
"Akreditasi UNY meningkat karena dukungan semua pihak. Saat ini guru besar sudah mencapai 13 persen dari total dosen, meningkat signifikan dibandingkan sebelumnya hanya 6 persen," lanjutnya.
Forum ini menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan akademisi yang memiliki perhatian besar terhadap transformasi pendidikan di era digital. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., hadir sebagai keynote speaker. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa AI merupakan keniscayaan dalam pendidikan, tetapi harus dimanfaatkan sebagai alat bantu, bukan pengganti guru.
"AI harus dimanfaatkan secara bijak untuk memperkuat kapasitas guru dan meningkatkan mutu layanan pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat," kata Prof. Abdul Mu’ti.
Prof. Abdul Mu’ti juga menyoroti fenomena AI yang kini menjadi perhatian global, baik dari sisi ancaman maupun peluang.
"Dunia kini sedang heboh dengan AI. Tren AI digunakan di berbagai sektor luar biasa cepat. Dari berbagai kajian akademik, sisi positif dan potensi AI justru lebih banyak dibandingkan risiko kerusakannya. Yang terdampak adalah mereka yang tidak menguasai, tapi yang menguasai AI akan sangat berdaya," ujarnya.
Ia menambahkan, manusia perlu mempersiapkan diri dengan tiga pilar penting yakni kepala (head), tangan (hand), dan hati (heart).
"Dunia ini sudah terlalu lama didominasi oleh orang-orang pintar, tetapi manusia tetap harus berjuang eksis di abad 21 dengan head, hand, and heart," tandasnya.
Selain itu, forum menghadirkan Prof. Dr. Ismunandar, Staf Ahli Menteri Kebudayaan RI, dengan topik "Budaya Belajar di Era AI". Ia membahas perubahan paradigma belajar akibat perkembangan teknologi digital dan menekankan pentingnya membangun budaya belajar yang kritis, kreatif, dan berakar pada nilai-nilai kebudayaan bangsa.
Kemudian, Dr. Ir. Bambang Riyanta, S.T., M.T., Rektor Universitas Siber Muhammadiyah, tampil sebagai narasumber kedua dengan tema "Bisakah AI Menggantikan Manusia (Guru)". Ia menegaskan bahwa peran guru tetap tak tergantikan, terutama dalam pembentukan karakter, empati, dan nilai kemanusiaan.
"AI bisa menjadi alat bantu, tetapi guru tetap penting dalam membentuk karakter dan nilai kemanusiaan. Teknologi tidak bisa menggantikan peran pendidik sepenuhnya," tegas Dr. Bambang Riyanta.
Sementara itu, Ketua DPP IKA UNY, Prof. Suyanto, menyatakan bahwa forum ini merupakan kontribusi nyata alumni UNY dalam mendukung mutu pendidikan nasional. Forum diharapkan menjadi ruang dialog dan kolaborasi lintas sektor dalam merumuskan langkah strategis menghadapi tantangan dan peluang pendidikan di era AI.
"Akhirnya harapan kita untuk menghadirkan Bapak Menteri terkabul hari ini. Forum ini diikuti oleh lebih dari 800 peserta luring dan 340 peserta daring, terdiri dari pendidik, mahasiswa, alumni, pemerhati pendidikan, serta masyarakat umum," ujar Prof. Suyanto.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung