Rabu, 07 JANUARI 2026 • 14:10 WIB

Kantongi Identitas Warga China Pengendali Aplikasi Love Scamming di Sleman dan Lampung, Polresta Jogja Lapor Ke Interpol

Author

Para teersangka love scamming di sebuah ruko Sleman. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Buntut praktik penipuan online bermodus love scamming yang beroperasi di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kini, Polresta Yogyakarta telah mengantongi identitas warga China yang diduga membawa aplikasi cloningan dimana berisi konten pornografi ke Indonesia, tepatnya di wilayah Sleman dan Lampung.

Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, mengatakan bahwa identitas tersebut kini tengah dikordinasikan dengan Hubinter dan Interpol untuk tindak lanjut.

"Kami sudah kantongi identitasnya, tinggal kita koordinasikan sama Hubinter dan Interpol,” ujarnya dalam konferensi pers di halaman Mapolresta Yogyakarta, Rabu (7/1/2026).

Riski menyampaikan, dari hasil pemeriksaan saksi menunjukkan, kegiatan aplikasi ini telah berlangsung hampir satu tahun dengan target keuntungan besar.

"Untuk setiap shift, mereka harus mengumpulkan minimal 2 juta koin per bulan. Setiap 16 koin dibayar 5 dolar. Kalau dihitung per shift, bisa menghasilkan lebih dari 10 miliar per bulan, dan mereka bekerja dalam tiga shift," ungkapnya.

Baca juga: Geger Diduga Markas Scammer Internasional, 60 Karyawan di Ruko Sleman diamankan Polisi, Ketua RW : "Penghuni Ngaku Biro Jodoh"

Polisi mencatat, aplikasi yang digunakan merupakan versi cloning dari aplikasi China bernama "WOW". Konten berupa foto dan video pornografi telah disiapkan oleh perusahaan, baik di dalam aplikasi maupun di perangkat kerja, seperti HP dan laptop.

"Bahkan saat kami mencoba membuka aplikasinya, konten sudah tersedia, meski terbatas. Perusahaan di Indonesia menambahkan foto dan video secara manual," kata Adrian.

Raup Untung 10 Miliar Per Bulan

Menurutnya, jumlah pegawai yang terlibat mencapai sekitar 160 - 200 orang, dengan masa kerja bervariasi, mulai dari satu minggu hingga satu tahun.

"Hampir semua masih berstatus saksi, tapi kita masih mendalami perannya masing-masing," ucap Riski.

Untuk distribusi, lanjut Riski, aplikasi ini menargetkan pengguna di empat negara, yakni Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Australia. Beberapa karyawan di Indonesia juga menyesuaikan konten dengan lokasi pengguna. Namun, hingga kini belum ditemukan produksi konten lokal.

"Sampai saat ini belum kita temukan konten lokal, pasokan memang dari China," katanya.

Terkait gaji, para karyawan menerima gaji pokok sekitar Rp 2,4 - 3,5 juta dan bonus berdasarkan performa. Bonus diperoleh dari pengumpulan koin, yang bisa mencapai 1 hingga 5 juta koin per periode.

"Gaji pokok berkisar Rp2,4 juta hingga Rp 3,5 juta per bulan. Sementara bonus tergantung capaian koin, mulai dari Rp1 juta sampai Rp 5 juta,” pungkas Riski.

Baca juga: Pemilik Aplikasi Love Scamming Asal China Dibongkar Polresta Jogja, Enam Tersangka Terancam 10 Tahun Penjara

Hingga saat ini, kasus tersebut masih terus didalami, terutama peran para agen dan kemungkinan jaringan internasional di balik aplikasi tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Dan Wawancara Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU