Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 06 JANUARI 2026 • 19:20 WIB

Geger Diduga Markas Scammer Internasional, 60 Karyawan di Ruko Sleman diamankan Polisi, Ketua RW : "Penghuni Ngaku Biro Jodoh"

Geger Diduga Markas Scammer Internasional, 60 Karyawan di Ruko Sleman diamankan Polisi, Ketua RW : Penghuni Ngaku Biro JodohTerduga markas scammer jaringan internasional di Jalan Gito Gati, Donoharjo, Ngaglik, Sleman. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Jajaran Polresta Yogyakarta mengamankan sekitar 60 orang karyawan dari sebuah ruko dua lantai yang diduga dijadikan markas scammer jaringan internasional di Jalan Gito Gati, Donoharjo, Ngaglik, Sleman. Penggerebekan dilakukan pada Senin (5/1/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.

Ketua RW setempat, Wahyu, mengaku warga sama sekali tidak mengetahui aktivitas di dalam ruko tersebut. Menurutnya, sejak awal izin penggunaan bangunan juga tidak pernah dijelaskan secara terbuka kepada pengurus lingkungan.

"Kalau dari warga itu malah enggak pada tahu kalau itu mau dibukakan itu karena izinnya juga enggak seperti itu. Ijinnya juga enggak seperti itu, itu kan dikontrakan," ujarnya saat dihubungi wartawan, Selasa (6/1/2026).

Ia menjelaskan, pemilik kontrakan pun tidak mengetahui secara detail ruko tersebut digunakan untuk kegiatan apa. Bahkan, izin yang ada disebut bukan berasal dari wilayah Sleman maupun Yogyakarta.

"Itu sebenarnya izinnya ada di Pak RT. Di ini itu memang tidak beralamat di Sleman, tidak di Jogja, tapi di daerah kalau enggak salah Cikarang atau Tangerang dulu itu izinnya, surat izinnya itu," katanya.

Wahyu menyebut, tidak ada pemberitahuan resmi kepada RT maupun RW terkait aktivitas usaha di ruko tersebut.

"Enggak ada pemberitahuan itu. Enggak ada pemberitahuan untuk RT-RW, jadi juga enggak mengetahui itu sebenarnya untuk apa," jelasnya.

Selama beroperasi sekitar satu tahun, kata Wahyu, aktivitas di ruko tersebut nyaris tidak terlihat dari luar. Bangunan selalu tertutup rapat dan hanya menggunakan satu pintu kecil untuk akses keluar masuk.

"Kalau dari luar itu memang enggak tampak. Siang malam juga enggak kelihatan. Pintu besar yang depan itu tertutup, keluar masuknya cuma lewat pintu kecil di sebelah timur," bebernya.

Selain itu, warga sempat mengeluhkan dampak parkir kendaraan yang meluber hingga ke jalan. Bahkan, pengelola ruko sempat menyewa lahan di sebelah barat untuk menampung kendaraan.

"Warga kemarin juga agak resah karena kaitannya dengan parkir itu kadang-kadang meluas sampai jalan," imbuh Wahyu.

Wahyu mengaku pernah menanyakan langsung aktivitas di dalam ruko kepada orang yang bekerja di sana. Jawaban yang diterima pun beragam dan tidak jelas.

"Ada yang bilang itu untuk semacam chat perjodohan, ada juga yang bilangnya semacam map seperti itu. Saya sendiri juga kurang paham," tuturnya.

Ia juga menyebutkan, ruko tersebut beroperasi 24 jam dengan sistem tiga shift kerja.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wawancara Daring

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Geger Diduga Markas Scammer Internasional, 60 Karyawan di Ruko Sleman diamankan Polisi, Ketua RW : "Penghuni Ngaku Biro Jodoh"

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!