Selasa, 06 JANUARI 2026 • 14:55 WIB

Pakar UMY Sebut Penangkapan Presiden Maduro Picu Konflik Berkepanjangan di Venezuela :"Sulit Dihentikan"

Author

Pakar Sosiologi Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. Dr. Zuly Qodir (Istimewa)

JOGJA - Invasi Amerika Serikat ke Venezuela dan penangkapan Presiden Nicolás Maduro dinilai berpotensi menimbulkan konflik horizontal yang berkepanjangan di tengah masyarakat. Situasi ini diperkirakan akan mengguncang stabilitas politik dan membuka ruang bagi perlawanan yang sulit dihentikan.

Pakar Sosiologi Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. Dr. Zuly Qodir, mengatakan bahwa kondisi Venezuela saat ini tidak bisa dilepaskan dari sejarah politik Amerika Latin yang memiliki tradisi perlawanan sosial-politik yang kuat. Menurutnya, pola konflik politik di Venezuela mulai menyerupai sejumlah negara di kawasan tersebut, dimana krisis politik kerap berujung pada ketidakstabilan sosial yang berlangsung lama.

"Ketika pemimpin tertinggi sebuah negara ditangkap oleh kekuatan asing, risikonya sangat besar. Ini bukan sekadar pergantian kekuasaan, tetapi dapat memicu konflik horizontal di tengah masyarakat," ujarnya, Selasa (6/1/2025).

Baca juga: Wacana Pilkada Lewat DPRD, Pakar UMY Minta Benahi Persoalan Hulu Politik Elektoral Dulu Terutama Rekrutmen Kader Parpol

Zuly menjelaskan, dalam situasi krisis legitimasi seperti sekarang, ada potensi munculnya benturan antarwarga antara pendukung Maduro dan kelompok yang mendukung kepemimpinan baru pasca-invasi. Konflik ini, menurutnya bersifat berulang dan sulit diselesaikan secara tuntas.

"Perlawanan itu tidak berhenti satu kali. Hari ini satu kelompok berkuasa karena dukungan asing, besok kelompok lain akan melawan. Siklus ini terus berulang dan tidak membawa kebaikan bagi masyarakat," katanya.

Zuly mencontohkan sejumlah negara yang mengalami konflik politik berkepanjangan akibat pergantian kekuasaan yang tidak dilakukan melalui mekanisme legitimasi yang kuat. Dalam banyak kasus, kondisi seperti ini justru memperburuk kesejahteraan masyarakat dan melemahkan kemampuan negara dalam menyediakan layanan publik dasar. Ia menambahkan, konflik horizontal yang berlarut-larut membuat masyarakat hidup dalam ketidakpastian politik.

"Negara kehilangan kapasitasnya untuk menjalankan fungsi dasar, sementara masyarakat terjebak dalam polarisasi yang semakin tajam," jelas Dosen Ilmu Pemerintahan UMY itu.

Baca juga: Ekonomi Venezuela Pasca - Invasi AS Masih Penuh Ketidakpastian, Pakar UMY Sebur Minyak Jadi Sorotan Dunia

Lanjut Zuly, selama pergantian kekuasaan terjadi melalui tekanan dan intervensi asing, risiko konflik horizontal dan krisis legitimasi akan terus membayangi Venezuela. Dampaknya, kata dia, tidak hanya bersifat politik, tetapi juga sosial dan kemanusiaan.

"Jika konflik ini tidak dikelola dengan hati-hati, yang terjadi bukan perbaikan, melainkan krisis yang semakin dalam," pungkasnya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Di Grup WA

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU