Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 05 JANUARI 2026 • 19:58 WIB

Ekonomi Venezuela Pasca - Invasi AS Masih Penuh Ketidakpastian, Pakar UMY Sebur Minyak Jadi Sorotan Dunia

Ekonomi Venezuela Pasca - Invasi AS Masih Penuh Ketidakpastian, Pakar UMY Sebur Minyak Jadi Sorotan DuniaPakar ekonomi politik internasional UMY, Prof. Faris Al-Fadha. (Istimewa)

JOGJA - Venezuela masih menghadapi ketidakpastian ekonomi meski Amerika Serikat (AS) dilaporkan mengambil alih sebagian pengelolaan negara. Pakar ekonomi politik internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. Faris Al-Fadhat, menilai dampak ekonomi pasca-invasi belum dapat dipastikan dan masih berada dalam wilayah abu-abu.

Faris mengatakan bahwa sektor minyak sebagai faktor kunci yang menentukan arah pemulihan ekonomi Venezuela. Selama ini, negara tersebut sangat bergantung pada industri minyak yang menyumbang sekitar 90 persen pendapatan nasional. Namun, rencana AS untuk mengambil alih operasi minyak dinilai masih sarat ketidakjelasan.

"Ketika Amerika Serikat menyampaikan akan running the country dan mengambil alih operasi minyak, itu masih sangat ambigu. Pertanyaannya, apakah manfaat ekonomi tersebut akan sepenuhnya kembali ke Venezuela, atau justru lebih banyak dinikmati oleh perusahaan-perusahaan Amerika," ujarnya, Senin (5/1/2025).

Baca juga: Pertamina Pilih Fokus Tangani Bencana ke Wilayah Terisolasi di Aceh Saat HUT ke-68 Ketimbang Perayaan Seremonial, Akademisi UMY : Respect!

Guru Besar Program Studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) UMY ini juga mengingatkan bahwa krisis ekonomi Venezuela tidak bisa dilepaskan dari peran AS di masa lalu. Kebijakan blokade dan pembatasan ekspor minyak yang diberlakukan AS sebelumnya telah memperburuk kondisi fiskal Venezuela, mengingat minyak merupakan tulang punggung anggaran negara.

Di sisi lain, Faris mengakui ada sebagian masyarakat Venezuela yang menyambut langkah AS. Hal ini terkait persepsi publik terhadap rezim Presiden Nicolás Maduro yang dianggap otoriter dan gagal mengelola perekonomian.

"Sebagian masyarakat Venezuela meyakini kehadiran Amerika Serikat bisa membawa perbaikan ekonomi, karena kondisi ekonomi di bawah pemerintahan Maduro memang sangat memprihatinkan," kata Faris.

Ia juga menekankan bahwa harapan tersebut belum tentu sejalan dengan realitas kebijakan ekonomi yang akan dijalankan pasca-invasi. Hingga kini, belum ada jaminan bahwa pengambilalihan peran negara oleh AS benar-benar akan mengutamakan kepentingan ekonomi Venezuela.

"Pertanyaan besarnya adalah apakah Amerika Serikat sungguh-sungguh ingin memperbaiki ekonomi Venezuela, atau justru lebih fokus mengamankan kepentingan ekonominya sendiri, terutama di sektor energi," jelasnya.

Baca juga: Wacana Pilkada Lewat DPRD, Pakar UMY Minta Benahi Persoalan Hulu Politik Elektoral Dulu Terutama Rekrutmen Kader Parpol

Menurut Faris, terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa invasi AS akan berdampak positif bagi pemulihan ekonomi Venezuela. Arah ekonomi ke depan akan sangat ditentukan oleh kebijakan konkret di lapangan, bukan sekadar narasi politik di ruang publik.

"Situasinya belum bisa dipastikan apakah akan membaik atau justru memperpanjang krisis. Yang jelas, kondisi ekonomi Venezuela saat ini masih sangat rapuh dan penuh ketidakpastian," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim WA (Pribadi)

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Ekonomi Venezuela Pasca - Invasi AS Masih Penuh Ketidakpastian, Pakar UMY Sebur Minyak Jadi Sorotan Dunia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!