Rabu, 24 DESEMBER 2025 • 16:04 WIB

Diserbu Wisatawan Selama Nataru 2025, Orang Jogja Malas Keluar, Wali Kota Ajak Jelajahi Kulon Progo Hingga Gunungkidul

Author

Tugu Pal Putih Yogyakarta. (Olivia Rianjani)
JOGJA - Menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengajak warga untuk tidak hanya berwisata di Malioboro atau destinasi populer lainnya di kota. Menurutnya, banyak warga Jogja merasa jenuh jika selalu mengunjungi tempat yang sama.

"Orang Jogja itu kalau ditanya mau wisata ke mana, ke Malioboro malas, ke kebun binatang juga malas. Padahal banyak pilihan lain yang bagus di sekitar,” ujarnya saat ditemui di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (23/12/2025).

Baca juga: BGN Sebut Lumbung Mataram DIY Akan Jadi Pelopor Penyedia Bahan Baku MBG

Hasto menyoroti sejumlah destinasi alternatif yang bisa menjadi pilihan, mulai dari kawasan Girimulyo di Kulon Progo, Kebun Teh Nglinggo dan Perbukitan Menoreh di Suroloyo, hingga pantai-pantai di Gunungkidul dan Bantul.

"Kalau jenuh di Jogja, ayo ke Girimulyo, ke Kebun Teh di Suroloyo, ke Pantai Drini atau Samas. Parangtritis mungkin antre karena tahun baru, tapi masih banyak pilihan lain," katanya.

Selain itu, Hasto menilai lonjakan wisatawan ke Yogyakarta lebih tinggi dibandingkan destinasi lain, termasuk Bali. Faktor biaya dan akses transportasi menjadi penyebab utama.

"Banyak orang memilih Jogja karena lebih murah dan aksesnya mudah. Tol sekarang sudah sampai Prambanan, itu berpengaruh. Dari Jakarta ke Jogja bisa lewat darat atau kereta api dengan biaya terjangkau,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti efisiensi anggaran liburan masyarakat, yang membuat wisata ke daerah dengan biaya tinggi dan penerbangan mahal mulai berkurang. Sedangkan terhadap isu wisata, Hasto menanggapi penataan pengamen di Malioboro. Menurutnya, kebijakan ini berjalan efektif karena memberi kepastian bagi para pengamen terkait lokasi, waktu, dan pendapatan.

"Pengamen sekarang mendapat kepastian tempat, kepastian waktu, dan kepastian pendapatan. Itu lebih baik daripada keliling tanpa arah,” ujarnya.

Oleh karena itu, organisasi perangkat daerah (OPD) juga diinstruksikan untuk melibatkan pengamen dalam berbagai acara resmi.

"Kalau ada acara, pembukaan, atau atraksi seni, pengamen diundang. Dengan begitu mereka dapat kepastian penghasilan," kata Hasto.

Baca juga: Nataru 2025 didepan Mata, Wali Kota Hasto Jogja Desak Sampah Harus Ditertibkan, Jangan Euforia Kembang Api Berlebihan :"Lebih Baik disumbangkan"

Meski demikian, ia mengakui adanya keluhan dari sebagian pelaku usaha terkait tingkat kebisingan.

"Ada beberapa toko yang mengadu karena merasa bising kalau terus-menerus. Itu sedang kami kaji. Jumlahnya tidak banyak, tapi tetap jadi evaluasi,” pungkas Hasto. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Doorstop

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU