Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 24 DESEMBER 2025 • 15:15 WIB

Nataru 2025 didepan Mata, Wali Kota Hasto Jogja Desak Sampah Harus Ditertibkan, Jangan Euforia Kembang Api Berlebihan :"Lebih Baik disumbangkan"

Nataru 2025 didepan Mata, Wali Kota Hasto Jogja Desak Sampah Harus Ditertibkan, Jangan Euforia Kembang Api Berlebihan : Lebih Baik disumbangkanWali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menghimbau masyarakat untuk menertibkan sampah menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Ia menegaskan bahwa sampah organik tidak diperbolehkan dibawa ke depo kota, meskipun pemerintah telah menyiapkan berbagai fasilitas untuk pengelolaan sampah.

"Saya mohon betul sampah ditertibkan. Hari ini kami mohon izin, mohon maaf tidak bisa membolehkan sampah organik dibawa ke depo. Saya mohon maaf betul karena kami sudah memfasilitasi ada biopori, kemudian juga ada penggerobak, juga ada ember untuk sampah organik basah. Itu saja harapan saya," ujarnya, di Balai Kota, pada Rabu (24/12/2025). 

Hasto juga mengimbau masyarakat untuk tidak berlebihan dalam menggunakan kembang api. Menurutnya, dana yang biasanya digunakan untuk membeli kembang api lebih baik didonasikan untuk membantu warga terdampak musibah di Sumatera.

"Tolong sampahnya dikendalikan. Kemudian kita menghimbau untuk tidak banyak menggunakan euforia yang kemudian ada kembang api yang berlebihan. Lebih baik kembang apinya, uang untuk beli kembang api untuk didonasikan untuk warga yang masih ada musibah di Sumatera," tegasnya.

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Sampah dari 7 Juta Wisatawan ke Jogja Selama Nataru 2025, Pemkot Siapkan Depo Cadangan dan Siagakan 45 Truk

Mengenai regulasi pertunjukan kembang api, Hasto menegaskan bahwa pemerintah kota hanya mengeluarkan himbauan, bukan surat edaran larangan resmi terkait penggunaan kembang api.

"Ada, bukan SE-nya tapi himbauan. Himbauan untuk tidak euforia dengan kembang api. SE-nya begitu," katanya.

Terkait razia penjual kembang api, ia menyatakan hal itu bukan kewenangan Satpol PP, namun akan dikoordinasikan dengan Polres setempat.

"Bukan pada kewenangannya memang. Nanti kami koordinasi dengan Polresta Yogyakarta," tandas Hasto.

Sebelumnya, terkait masalah sampah, Hasto juga menjelaskan bahwa Pemkot Yogyakarta memanfaatkan kuota pengangkutan sampah ke Piyungan yang diberikan oleh Pemda DIY secara maksimal. Pembersihan ini bertujuan agar depo-depo sampah di kota bersih sebelum perayaan Nataru, terutama depo di Kotabaru yang berada dekat dengan Gereja dan Kantor RRI Yogyakarta.

Baca juga: Gagal Estetik, Wali Kota Jogja Temui Pemilik Street Coffee Jembatan Kewek, Tegaskan Larang Berjualan

Sedangkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Rajwan Taufik, menyebutkan, pembersihan dan pengangkutan sampah di depo-depo pada Rabu (10/12/2025) melibatkan 40 armada truk DLH. Setiap truk melakukan dua rit, sehingga minimal ada sekitar 80 rit sampah yang diangkut. Pemkot menargetkan sekitar 100 rit sampah bisa terangkut.

"Dari provinsi, secara reguler memberikan kuota sampah ke Piyungan untuk Kota Yogyakarta dalam satu bulan ini sekitar 1.200 ton. Kemudian ada tambahan kuota sekitar 900 ton untuk pembersihan menghadapi Nataru," ujar Rajwan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Doorstop

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Nataru 2025 didepan Mata, Wali Kota Hasto Jogja Desak Sampah Harus Ditertibkan, Jangan Euforia Kembang Api Berlebihan :"Lebih Baik disumbangkan"

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!