JOGJA - Arus lalu lintas di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai mengalami peningkatan signifikan sejak akhir pekan, seiring naiknya mobilitas masyarakat pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kepadatan terpantau di sejumlah pintu masuk wilayah DIY serta kawasan wisata utama, khususnya Malioboro.
Kasubdit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Ditlantas Polda DIY, AKBP Widya Mustikaningrum, mengatakan peningkatan volume kendaraan terlihat jelas berdasarkan pantauan Smart Province di Kompleks Kepatihan Yogyakarta pada Minggu (21/12/2025) pukul 09.00 - 10.00 WIB.
Di Simpang Prambanan, tercatat sebanyak 1.269 kendaraan masuk ke wilayah DIY dan 2.123 kendaraan keluar. Sementara itu, di Simpang Tempel tercatat 2.828 kendaraan masuk dan 2.847 kendaraan keluar.
Di Simpang Congot, Temon, volume kendaraan masuk mencapai 764 unit dan keluar 515 unit. Adapun di Simpang Ngawen, tercatat 1.547 kendaraan masuk dan 1.601 kendaraan keluar. Sedangkan di Simpang Semin, jumlah kendaraan yang masuk sebanyak 936 unit dan keluar 816 unit.
"Kalau melihat angka memang terjadi peningkatan, dan di lapangan juga terlihat memang meningkat,” ujar Widya saat dikonfirmasi, Minggu (21/12/2025).
Selain arus kendaraan, peningkatan mobilitas juga terjadi pada pergerakan orang di sejumlah titik strategis. Berdasarkan data people counting pada waktu yang sama, kawasan Malioboro dipadati 9.415 orang.
Sementara itu, jumlah pergerakan orang di Stasiun Yogyakarta tercatat sebanyak 1.018 orang dan di Stasiun Lempuyangan 263 orang.
Untuk Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), tercatat 80 orang pada keberangkatan dan 284 orang pada kedatangan. Sedangkan Terminal Giwangan mencatat pergerakan sebanyak 65 orang.
Lanjut Widya mengungkapkan, kepadatan lalu lintas di kawasan Kridosono hingga Malioboro sebenarnya sudah mulai terasa sejak Jumat (19/12/2025). Namun, pada hari tersebut arus kendaraan masih tergolong normal.
"Pada hari Sabtu kemarin memang terjadi kepadatan yang luar biasa dan menyebabkan perputaran roda semakin lambat, karena adanya konser di Stadion Kridosono," jelasnya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut diperparah dengan adanya rekayasa lalu lintas di sekitar Bundaran Stadion Kridosono menuju kawasan Malioboro, salah satunya akibat preservasi Jembatan Kewek. Menghadapi puncak libur Nataru, Polda DIY mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas, terutama di kawasan wisata dan pusat aktivitas masyarakat.
"Pengguna jalan kami minta tetap mematuhi aturan lalu lintas serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran dan keselamatan bersama,” pungkas Widya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dikirim Di Grup WA