Kamis, 11 DESEMBER 2025 • 14:25 WIB

Prediksi 4 Juta Wisatawan Padati Jogja saat Nataru 2025 - 2026, Polda DIY Siagakan 21 Pos Pengamanan

Author

Kapolda DIY, Irjen Pol Anggoro dalam jumpa pers usai Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (10/12/2025). (Olivia Rianjani)

JOGJA - Polda DIY menyiapkan pengamanan ekstra menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 - 2026. Menurut data Kemendagri RI, lonjakan wisatawan yang diprediksi mencapai empat juta orang membuat Yogyakarta ditetapkan sebagai salah satu daerah dengan tingkat mobilitas tertinggi pada akhir tahun 2025 ini.

Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono memastikan seluruh langkah antisipasi telah dirumuskan, mulai dari potensi kerawanan keamanan, ancaman bencana, hingga kepadatan arus wisatawan di berbagai titik.

"Kami memastikan seluruh rangkaian pengamanan Nataru berjalan lancar untuk menjaga stabilitas Kamtibmas,” ujarnya usai Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (10/12/2025).

Menurutnya, seluruh unsur termasuk BPBD, TNI, dinas terkait, hingga pemerintah daerah telah melakukan pemetaan kerawanan. Sejumlah ancaman seperti cuaca ekstrem dan potensi erupsi Gunung Merapi juga menjadi perhatian.

"Semua potensi bencana, termasuk kemungkinan erupsi Merapi, sudah kami siapkan langkah antisipasinya. Keterlibatan Polri dan TNI juga sudah kami bahas,” kata Anggoro.

Dalam rapat yang sebelumnya dipimpin Mendagri, Yogyakarta masuk daftar wilayah dengan proyeksi lonjakan wisatawan tertinggi pada masa libur akhir tahun. Hal ini berpotensi menimbulkan kemacetan, meningkatnya kriminalitas, serta kepadatan pengunjung di berbagai destinasi.

"Jogja tetap menjadi magnet wisata. Kita prediksi akan ada kemacetan lalu lintas, potensi tindak kriminal, hingga dampak pembangunan jalan dan bertambahnya tempat wisata baru,” ungkapnya.

Baca juga: Bina Marga Sleman Sebut Ideal Anggaran Penanganan Jalan Capai Rp 2,9 Triliun

Untuk mengantisipasi itu, Polda DIY menggelar Operasi Lilin Progo 2025, operasi terpusat dari Mabes Polri yang melibatkan TNI, Pemda, instansi terkait, hingga elemen masyarakat. Sebanyak 21 pos didirikan di seluruh wilayah DIY, terdiri dari 8 pos pelayanan di kawasan pantai dan waduk yang rawan cuaca ekstrem, serta 19 pos pengamanan dan pelayanan di titik strategis.

"Total 1.972 personel akan diterjunkan selama operasi berlangsung, termasuk sekitar 700 personel dari instansi terkait dan dukungan organisasi kemasyarakatan," ungkap Anggoro.

BMKG memprediksi adanya gelombang tinggi di pesisir selatan DIY pada 14–16 Desember. Informasi tersebut, kata Kapolda, akan terus disampaikan kepada wisatawan, nelayan, dan warga sekitar.

"Ini harus disampaikan kepada masyarakat karena ancaman gelombang tinggi diperkirakan terjadi pada 14 sampai 16 Desember,” ujarnya.

Baca juga: Dishub Sleman : Rencana 2026 Total LPJU di 3.781 Titik Baru

Sementara itu, manajemen lalu lintas akan diperketat. Malioboro sebagai pusat keramaian utama akan mendapat perhatian khusus dengan penerapan rekayasa lalu lintas oleh Dirlantas Polda DIY. Penyediaan kantong-kantong parkir tambahan juga menjadi bagian dari instruksi Gubernur DIY.

"Supaya semua masyarakat yang akan berkunjung ke Jogja bisa mendapat tempat terbaik. Ini akan terus dibicarakan sampai pelaksanaan,” pungkas Anggoro. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU