Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta, Agus Arif. (Olivia Rianjani)
JOGJA - Rekayasa lalu lintas imbas pekerjaan preservasi Jembatan Kewek, Kota Yogyakarta, mulai dirasakan warga sejak resmi diberlakukan pada Rabu (10/12/2025) pagi. Penutupan parsial ini membatasi akses langsung menuju kawasan Malioboro, hanya memungkinkan kendaraan kecil melintas.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta, Agus Arif, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat pengguna jalan.
"Saya atas nama pemerintah Kota Yogyakarta mengucapkan permohonan maaf pada seluruh masyarakat pengguna jalan. Situasi ini memang membuat arus lalu lintas kurang nyaman, tapi langkah ini penting untuk menjamin keselamatan masyarakat di Jembatan Kewek,” ujarnya melalui awak media dilokasi.
Agus menyebut pihaknya telah memprediksi adanya perubahan perilaku pengguna jalan dan potensi peningkatan arus di beberapa titik, termasuk Simpang Kridosono dan jalan Bausasran.
"Kami menyiapkan langkah-langkah bertahap, salah satunya pengamatan dari Gramed untuk menentukan intervensi yang diperlukan. Jalan seperti organ tubuh, semua saling terkait, jadi pengelolaan harus menyeluruh,” jelasnya.
Kendati demikian, Agus memastikan serta berjanji bahwa rekayasa lalu lintas ini akan terus dievaluasi.
"Insyaallah, dengan dukungan semua pihak, arus lalu lintas akan kembali normal setelah pekerjaan selesai. Ini adalah langkah terukur demi keselamatan masyarakat," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dishub DIY, Chrestina Erni Widyastuti, Kadishub DIY, mengatakan langkah ini wajib diambil demi menjamin keselamatan.
"Kalau tidak ditutup, kami tidak bisa menjamin kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. PU menyampaikan kondisinya sudah sangat kritis, sehingga harus ditutup dan akan diperbaiki total tahun depan,” terang Erni.
Erni menambahkan bahwa rekayasa arus memang berpotensi menimbulkan simpul kemacetan baru, terutama di kawasan Kridosono, namun evaluasi terus dilakukan.
Begitu juga, menurutnya penambahan APILL juga telah diterapkan untuk membantu pengaturan lalu lintas.
"Kami Dishub DIY menggandeng Dinas Pariwisata untuk menyosialisasikan perubahan arus bagi wisatawan yang hendak menuju Malioboro," tandas Erni.
Baca juga: Pengendara Mengeluh Harus Memutar Jauh Imbas Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Jembatan Kewek Jogja
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Doorstop