JOGJA - Rekayasa lalu lintas akibat pekerjaan preservasi Jembatan Kewek mulai dirasakan warga sejak resmi diberlakukan pagi ini, Rabu (10/12/2025). Sejumlah pengendara mengaku harus memutar lebih jauh karena akses langsung menuju Malioboro dan kawasan sekitarnya kini dibatasi.
Salah satu warga Sosrowijayan, Yosi Setiawan, mengaku bingung saat melintasi kawasan tersebut.
"Saya dari Jemput anak dari SD Ungaran, lewatnya kan Tugu. Harusnya kan bisa kesini, tapi tadi diarahkan ke arah sana lagi, muter lagi, bingung kan. Tak pikir bisa lewat sini, ternyata harus sana,” ujarnya kepada awak media dilokasi.
Menurutnya, jarak tempuh kini lebih jauh. Meski begitu, ia tetap berharap penutupan ini memberikan manfaat jangka panjang.
"Jadi kalau kayak gini, muter agak jauh ya lumayan. Tapi, kalau saya sih sebagai warga ya cuma ngikutin aja sih, nggak apa-apa sih. Asal ke depannya lebih mau dibuat lebih bagus lagi, nggak masalah. Nanti harapannya ya lebih bagus, lebih nyaman aja sih," ucap Yosi.
Tak hanya warga, salah satu pengemudi ojek online Gregorius Juniko juga merasakan dampaknya.
"Biasanya tinggal lurus, sekarang muter dulu ke sana. Jadi waktu pengantarnya jadi lebih lama. Lebih jauh, ya nambah sekitar lima menit. Harapannya nanti bisa kembali normal,” ungkapnya.
Ia juga mengatakan bahwa meski sudah mengetahui informasi penutupan, ia tidak menyangka harus mengalami rute baru yang lebih jauh.
"Aku udah tahu beritane (ditutup). Tapi tuh nggak tahu kalau ternyata harus begini. Lebih jauh (muternya)," katanya.
Sebagaimana diketahui, rekayasa lalu lintas ini diterapkan untuk mendukung pekerjaan preservasi Jembatan Kewek, yang dikabarkan merupakan upaya perbaikan pertama dalam hampir satu abad terakhir
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Dan Wawancara Langsung