Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 10 DESEMBER 2025 • 16:10 WIB

Sebanyak 162 Mahasiswa UGM yang Terdampak Bencana Banjir Sumatera Terima Bantuan

Sebanyak 162 Mahasiswa UGM yang Terdampak Bencana Banjir Sumatera Terima BantuanPerwakilan mahasiswa terdampak banjir bandang Sumatera terima bantuan UGM, Selasa (9/12/2025). (Olivia Rianjani)

JOGJA - Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap sivitas akademika yang terdampak bencana banjir Bandang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sebanyak 162 mahasiswa yang keluarganya terkena dampak bencana menerima bantuan menyeluruh dari universitas, mencakup aspek akademik, psikologis, dan finansial.

Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, menyampaikan belasungkawa dan simpati kepada seluruh mahasiswa dan keluarga terdampak. Ia menegaskan, universitas berupaya memberikan bantuan secepat mungkin agar mahasiswa dapat tetap melanjutkan pendidikan tanpa hambatan.

"Saya mengapresiasi seluruh pihak yang telah bergerak cepat dalam menyiapkan mekanisme dukungan bagi mahasiswa terdampak. Kami juga mendorong mahasiswa untuk tetap tabah, bersemangat, dan UGM memastikan tidak ada mahasiswa yang harus putus kuliah karena alasan biaya,” ujar Prof. Ova Emilia, Selasa (9/12/2025) di Auditorium Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UGM.

Bantuan yang diberikan tersebut mencakup dukungan akademik untuk menjaga kinerja belajar mahasiswa yang terdampak, layanan psikologis untuk pendampingan dan penyembuhan trauma, serta bantuan finansial, termasuk keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan biaya hidup mendesak.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Dr. Arie Sudjito, menekankan bahwa dukungan UGM tidak hanya bersifat jangka pendek.

"Teman-teman KAGAMA juga menunjukkan dukungan yang besar untuk membantu upaya ini. Kami pastikan bahwa dukungan kami tidak hanya berhenti pada kebutuhan jangka pendek. Dalam jangka panjang, keselamatan dan keberlangsungan pendidikan para mahasiswa harus tetap terjamin," ujarnya.

Direktur Direktorat Kemahasiswaan UGM, Dr. Hempri Suyatna, menambahkan bahwa Disaster Response Unit (DERU) terus melakukan pendataan mahasiswa terdampak dengan bantuan berbagai organisasi mahasiswa.

"Identifikasi dibantu oleh berbagai unit mahasiswa seperti FORKOM, BEM UGM, Forum Mahasiswa Pascasarjana, dan GEr untuk mengawal pendataan mahasiswa terdampak. Sejauh ini sudah ada 162 mahasiswa yang mendaftar melalui sistem registrasi," jelasnya.

Selain itu, UGM telah menyalurkan bantuan berupa voucher makan, kebutuhan hidup, dan menyiapkan skema relawan mahasiswa untuk dikirim ke wilayah terdampak di Sumatra setelah akhir semester.

"Kami berharap dengan dukungan bantuan dari kami, teman-teman mahasiswa bisa tetap semangat dan terus belajar. Doa kami selalu menyertai teman-teman," tutur Hempri.

Baca juga: Prof. Eko Haryono dari UGM Jadi Anggota Dewan Pengurus Penelitian Karst Internasional di Bawah UNESCO

Salah satu mahasiswa terdampak, Eva Rusdiana dari Fakultas Pertanian asal Aceh Namiang, menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diberikan UGM.

"Selama empat hari itu, orang tua tinggal di rumah warga yang dijadikan tempat pengungsian, tidak makan dan minum. Air bersih tidak ada, minum dari air banjir, sinyal hilang, dan bantuan juga tidak merata. Karena itu, saya sangat berterima kasih kepada UGM yang hadir dan memberikan bantuan langsung," ucap Eva.

Baca juga: Pengendara Mengeluh Harus Memutar Jauh Imbas Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Jembatan Kewek Jogja

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Sebanyak 162 Mahasiswa UGM yang Terdampak Bencana Banjir Sumatera Terima Bantuan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!