JOGJA - Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman mengungkapkan bahwa anggaran ideal untuk menangani seluruh jalan kabupaten yang mencapai 699,5 kilometer membutuhkan setidaknya Rp 2,9 triliun.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Sleman, Fauzan Ma’ruf, saat memaparkan kepada awak media di Kantor BKAD Sleman, Selasa (9/12/2025).
"Idealnya, untuk menangani seluruh ruas jalan secara menyeluruh, Sleman membutuhkan sekitar Rp2,9 triliun. Dengan kondisi saat ini, kami bekerja ekstra keras untuk mewujudkan awal dari misi Pak Bupati,” ujar Fauzan.
Menurut Fauzan, anggaran penanganan jalan akan meningkat pada tahun 2026, yakni mencapai Rp106 miliar, naik signifikan dari realisasi anggaran 2025 yang hanya Rp42,9 miliar.
"Tahun ini memang ekstra keras untuk mewujudkan awal dari misi Pak Bupati. Anggaran kami terbatas, hanya sekitar Rp 42 miliar untuk penanganan jalan kabupaten,” katanya.
Dengan anggaran 2025 tersebut, kata dia, DPUPKP telah melakukan perbaikan jalan sepanjang 3,1 kilometer, rehabilitasi 3,2 kilometer, pemeliharaan rutin 350 kilometer, penggantian empat jembatan serta pemeliharaan rutin 50 jembatan.
Diketahui, DPUPKP Sleman mencatat bahwa dari 312 ruas jalan dengan total panjang 699,5 km, kondisi jalan mantap baru mencapai 76,86 persen. Sisanya, 23,14 persen, masih dalam kondisi belum mantap, baik rusak ringan maupun rusak berat.
"Kami bekerja agar kondisi mantap bisa naik hingga 80,83 persen dalam beberapa tahun ke depan. Jika selama 2025 - 2029 bisa dialokasikan setidaknya Rp 672 miliar, maka target tersebut sangat mungkin dicapai," tutur Fauzan.
Rencana Kegiatan 2026
Sementara untuk tahun anggaran 2026, lanjut Fauzan, kegiatan yang akan dioptimalkan meliputi pemeliharaan rutin dan berkala.
"Hasil survei kami menunjukkan kerusakan paling banyak pada kategori rusak ringan. Karena itu pemeliharaan rutin dan berkala menjadi prioritas," ujarnya.
Baca juga: Sebanyak 162 Mahasiswa UGM yang Terdampak Bencana Banjir Sumatera Terima Bantuan
Adapun rencana penggunaan anggaran 2026 mencakup, diantaranya :
- Peningkatan jalan 10,90 km
- Pemeliharaan berkala/rehabilitasi 15,65 km
- Pemeliharaan rutin 378 km
- Penggantian 2 jembatan (Tumut dan Nyamplung)
- Pembangunan 12 gorong-gorong
- Pemeliharaan rutin 35 jembatan
Sedangkan pemeliharaan rutin dilakukan secara swakelola melalui tiga wilayah, yakni Sleman Barat, Tengah, dan Timur, melibatkan 143 tenaga lapangan.
"Setiap wilayah mengoperasikan tim pemeliharaan jalan, bangunan pelengkap, serta jembatan dan gorong-gorong," imbuh Fauzan.
Kinerja pemeliharaan itu turut didukung dua unit Asphalt Mixing Plant (AMP) dengan kapasitas produksi 25 - 27 ton dan 40 - 45 ton aspal panas per hari, yang digunakan untuk pekerjaan preventif dan overlay.
Kendala Tonase Berlebih hingga Keterbatasan Anggaran
Fauzan menambahkan bahwa jalan kabupaten di Sleman tidak dirancang untuk menahan lalu lintas berat.
"Kerusakan banyak dipicu kendaraan angkutan material yang melebihi tonase, termasuk kendaraan proyek jalan tol. Ini menjadi tantangan utama kami di lapangan," bebernya.
Selain itu, keterbatasan anggaran juga menjadi kendala dalam mengejar target kondisi jalan mantap.
Oleh karena itu, ia mengajak masyarak berpartisipasi dalam pemantauan kerusakan jalan di lingkungan masing-masing.
"Kami meminta warga Sleman untuk aktif melaporkan kerusakan jalan. Perbaikan infrastruktur menjadi prioritas Pemkab Sleman dan laporan masyarakat sangat membantu percepatan penanganan," pungkas Fauzan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung