JOGJA - Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan pentingnya pelestarian transportasi tradisional Andong di Malioboro, sekaligus menjaga kesehatan kuda dan kebersihan lingkungan.
Hal ini disampaikan terkait terselenggaranya Kontes Kuda Andong yang berlangsung pada Minggu (23/11/2025), di halaman kantor DPRD DIY.
"Hari ini kita mendukung festival Andong karena Andong akan kita pertahankan sebagai alat transportasi tradisional yang menandai keistimewaan Yogyakarta, menandai destinasi wisata, dan juga menjadi bagian dari atraksi menarik bagi para wisatawan. Jadi Andong harus dipertahankan untuk selamanya,” ujar Hasto kepada wartawan disela-sela acara.
Hasto menyebut bahwa, kesehatan kuda menjadi perhatian utama. Sebab itu, ia mendorong Dokter Hewan untuk membuat “habitual kuda” yang baik.
"Kuda ini punya perilaku bisa dititrni, kapan dia harus BAB, kapan dia harus kencing sudah ada waktunya. Supaya kuda tetap sehat. Karena kuda ini kalau tidak kencing atau menahan kencing, ini bisa sakit dan berbahaya,” jelasnya.
Selain itu, Hasto menekankan pentingnya fasilitas penampungan sementara bagi Andong, mengingat jumlah kuda di Malioboro saat ini mencapai sekitar 400 hingga 500 ekor, sementara kapasitas ngetem di jalan utama hanya 40 sampai 60 ekor.
"Sehingga yang lainnya harus ngetem dulu di tempat lain. Inilah yang baru kita pikirkan, harus ada endapan. Dan endapan ini untuk ngantri, di tempat ngantri itu harus ada WC-nya Andong. Karena kuda ini kalau sudah terbiasa kencing di situ, ya dia bisa kencing di situ. Bisa dihitung, kencingnya 4 jam sekali,” katanya.
Baca juga: Antusiasme JAFF 2025 di Jogja, Kemenekraf Dorong Pembangunan Bioskop di 15 Provinsi Prioritas
Hasto menegaskan bahwa upaya ini sekaligus menjaga kebersihan Malioboro.
"Transportasi tradisional terus dipertahankan dan diuri-uri, tapi jangan lupa jaga kebersihan. Biar ada keluhan ‘Malioboro pesing’ bisa diatasi,” tegasnya.
Sementara terkait rencana penuh pedestrian di Malioboro yang direncanakan awal Desember 2025, Hasto memastikan aktivitas ekonomi tetap berjalan.
"Enggak penuh, wong cuma dari jam 8 sampai jam 12 malam, enggak penuh. Orang bis masih bisa lewat, dokar masih bisa lewat. Yang enggak bisa lewat cuma mobil-mobil pribadi. Saya kira tidak penuh, jadi ekonomi masih bisa berjalan,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Doorstop