Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 30 NOVEMBER 2025 • 13:48 WIB

Direktur JAFF Soroti Krisis Arsip Film Nasional: “Opera Jawa Saja Harus Kami Pinjam dari Perancis”

Direktur JAFF Soroti Krisis Arsip Film Nasional: “Opera Jawa Saja Harus Kami Pinjam dari Perancis”Momen Menbud Fadli Zon membuka Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) ke-20 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, Sabtu (29/11/2025). (Olivia Rianjani)

JOGJA - Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) ke-20 resmi dibuka di Jogja Expo Center (JEC) Yogyakarta pada Jumat (29/11/2025). Pembukaan festival dihadiri Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Fadli Zon, Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno, serta berbagai pelaku industri film dan seniman dari Indonesia maupun Asia. Festival yang berlangsung selama tiga hari, hingga 1 Desember 2025, menampilkan rangkaian film, diskusi, dan kegiatan JAFF Market.

Dalam sambutannya, Direktur JAFF, Ifa Isfansyah, menyoroti tantangan besar dalam menjaga sejarah perfilman Indonesia melalui arsip film. Ia menekankan bahwa akses terhadap materi film masih menjadi masalah serius, bahkan untuk karya-karya penting yang menjadi tonggak sejarah festival.

"Di edisi pertama JAFF, kami membuka festival dengan film Opera Jawa. Ironisnya, di usia festival yang sudah dewasa ini, kami tidak lagi memiliki akses ke materi film tersebut di Indonesia,” ujar Ifa.

Ia menambahkan, upaya untuk menayangkan kembali film tersebut sebagai bagian dari sejarah JAFF justru harus dilakukan melalui Perancis, negara yang memiliki sistem arsip film yang matang dan konsisten.

"Untuk memutar film sebagai usaha kami menambah sejarah JAFF, kami harus meminta materi filmnya dari Perancis, sebuah negara yang memiliki sistem arsip yang matang, konsisten, dan menghormati jejak perjalanan sinema,” kata Ifa.

Kendati demikian, ia menyerukan pentingnya pemerintah Indonesia menempatkan arsip film sebagai prioritas budaya. Menurutnya, hal ini bukan sekadar soal regulasi, melainkan juga investasi jangka panjang yang melibatkan pembangunan infrastruktur laboratorium, restorasi, digitalisasi, dan komitmen menjaga memori bangsa.

"Sudah saatnya pemerintah Republik Indonesia menempatkan arsip film sebagai prioritas budaya. Bukan sekadar regulasi, tetapi investasi jangka panjang, infrastruktur laboratorium, reformasi restorasi, digitalisasi, dan yang paling terpenting, komitmen untuk menjaga memori bangsa,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ifa menyebut bahwa negara yang tidak memiliki arsip film bukan hanya kehilangan sejarah, tetapi juga menandakan ketidakpercayaan pada masa depan yang dibangun dari ingatan yang benar.

"Negara yang tidak memiliki arsip film bukan hanya negara yang hilang secara sejarah, tetapi negara yang tidak percaya bahwa masa depannya layak dibentuk dengan ingatan yang benar,” ucapnya.

Karena itulah, JAFF ini menurutnya berperan penting JAFF dalam mentransformasi tenaga kerja perfilman di Yogyakarta. Ifa menilai JAFF telah berhasil mencetak generasi filmmaker dan tenaga ahli teknologi organisasi film, serta menciptakan ekosistem yang mendukung dialog perfilman Indonesia, Asia, dan dunia.

"Dan hal yang paling penting menurut saya adalah bahwa JAFF mampu mentransformasi tenaga kerja. Jogja menjadi kota sinema dan hampir 60-70 persen filmmaker adalah dari Jogja. Itu yang kita inginkan,” ungkapnya.

Baca juga: Musisi Difabel Tunanetra di Malioboro Menarik Perhatian Menbud Fadli Zon Dan Jogja Jadi Kota Pertama Terima Bantuan Alat Musik

Ia juga menekankan bahwa individu filmmaker tidak bisa tumbuh tanpa ekosistem yang kuat, termasuk tenaga ahli, teknologi, dan organisasi film.

"Ekosistem harus mencakup tidak hanya SDM tetapi juga tenaga-tenaga ahli teknologi organisasi film. Jogja mentransformasi sumber daya manusia dan anak-anak muda yang mampu berorganisasi untuk mewujudkan dialog Indonesia, Asia, dan dunia. Tepuk tangan untuk para organisator,” jelas Ifa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Direktur JAFF Soroti Krisis Arsip Film Nasional: “Opera Jawa Saja Harus Kami Pinjam dari Perancis”

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!