Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 30 NOVEMBER 2025 • 14:00 WIB

Antusiasme JAFF 2025 di Jogja, Kemenekraf Dorong Pembangunan Bioskop di 15 Provinsi Prioritas

Antusiasme JAFF 2025 di Jogja, Kemenekraf Dorong Pembangunan Bioskop di 15 Provinsi PrioritasMomen Menbud Fadli Zon membuka Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) ke-20 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, Sabtu (29/11/2025). (Olivia Rianjani)

JOGJA - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mendorong pengembangan bioskop di 15 provinsi prioritas yang belum memiliki fasilitas memadai, sebagai bagian dari upaya memperluas distribusi film Indonesia ke daerah-daerah.

Direktur Film, Animasi, dan Video Kemenekraf yakni Doni Setiawan mengatakan pentingnya menghadirkan bioskop di seluruh provinsi agar karya film Indonesia bisa lebih luas dinikmati masyarakat.

"Kami mendorong agar daerah-daerah yang belum punya tontonan bioskop ini punya bioskop. Karena apa? Karena ini juga bisa mendorong agar film kita punya tempat juga. Banyak produksi film kita akhirnya belum sampai ke bioskop," ujarnya kepada wartawan usai hadiri pembukaan JAFF di JEC Yogyakarta, Sabtu (29/11/2025).

Menurutnya, kehadiran bioskop di daerah tidak hanya akan memberikan tempat bagi penonton, tetapi juga mendorong perekonomian, meningkatkan tenaga kerja, serta kontribusi terhadap PDB Indonesia.

"Makin banyak orang yang nonton dan diapresiasi, makin banyak juga manfaat ekonomi yang dihasilkan," kata Doni.

Baca juga: Libur Nataru 2025/2026 Didepan Mata, Korlantas Polri Tol Prambanan - Tamanmartani Belum Bisa Difungsionalkan

Selain itu, Kemenekraf juga menekankan pentingnya pengarsipan film sebagai kekayaan budaya bangsa. Doni menuturkan, film bukan sekadar produksi, tetapi juga warisan yang harus dijaga agar generasi mendatang masih bisa menikmatinya.

"Film gampang rusak. Kita perlu perhatian bersama, bagaimana agar film-film ini tetap lestari, tetap bisa ditonton di kemudian hari," ujarnya.

Terkait kolaborasi, Doni menyebut Kemenekraf akan bekerja sama dengan kementerian lain, termasuk Kementerian Kebudayaan dan Badan Arsip Nasional, untuk memastikan pengarsipan dan pelestarian film Indonesia. Ia bahkan menyoroti potensi festival film daerah sebagai sarana pengembangan perfilman lokal.

Baca juga: Direktur JAFF Soroti Krisis Arsip Film Nasional: “Opera Jawa Saja Harus Kami Pinjam dari Perancis”

Disebutnya, beberapa perwakilan daerah yang hadir dalam perayaan JAFF 20 menunjukkan antusiasme tinggi untuk mengadakan festival serupa di daerah mereka.

"Artinya ini sudah mulai menunjukkan semangat di tiap daerah bahwa mereka juga pengen punya festival seperti ini. Meskipun sekarang di beberapa daerah sudah ada festival-festival, kita perlu dorong agar festival-festival tidak hanya festival, tapi juga menjadi market film bagi film-film daerah agar bisa berkompetisi dan mendapat investor," pungkas Doni.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Doorstop

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Antusiasme JAFF 2025 di Jogja, Kemenekraf Dorong Pembangunan Bioskop di 15 Provinsi Prioritas

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!