Selasa, 25 NOVEMBER 2025 • 13:40 WIB

Prof. Donny Widianto Dikukuhkan sebagai Guru Besar UGM Bidang Bioteknologi Mikrobia

Author

Prof. Ir. Donny Widianto, Ph.D., dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Bioteknologi Mikrobia. (Istimewa)

JOGJA - Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi mengukuhkan dosen Departemen Mikrobiologi Pertanian, Fakultas Pertanian UGM, Prof. Ir. Donny Widianto, Ph.D., sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Bioteknologi Mikrobia. Prosesi pengukuhan berlangsung pada belum lama ini di Balai Senat UGM.

Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul “Memadukan Tanaman dengan Mikrobia Bermanfaat yang Berperan sebagai Mitra Pendukung dan Pelindung Pertumbuhannya”, Donny menegaskan bahwa peranan mikrobia positif semakin krusial dalam sistem pertanian berkelanjutan.

Menurutnya, mikroorganisme bermanfaat dapat mendukung tanaman melalui tiga mekanisme utama: meningkatkan pertumbuhan, memberikan perlindungan terhadap cekaman biotik maupun abiotik, serta menjaga kesehatan tanah.

"Organisme pengganggu tanaman seperti mikrobia patogen dan hama serangga dapat ditekan dampaknya oleh mikrobia bermanfaat, baik secara langsung maupun tidak langsung,” ujarnya.

Donny juga menyinggung sejarah penggunaan mikrobia sebagai pengungkit produktivitas pertanian. Pemanfaatan mikrobia pendukung pertumbuhan, katanya, sudah dilakukan sejak akhir abad ke -19, dan Indonesia termasuk yang lebih awal mengembangkannya.

"Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Pertanian UGM pada tahun 1978 sudah mempelopori penggunaan pupuk hayati penambat nitrogen Rhizobium melalui produk Legin untuk berbagai tanaman leguminosa,” jelasnya.

Baca juga: Dua Gajah Betina di Way Kambas Mati Dalam Sebulan, Ahli UGM Desak Terapkan Konsep "One Health" Agar Tak Terulang

Ia menekankan bahwa efektivitas teknologi berbasis mikrobia sangat dipengaruhi oleh tiga faktor yakni jenis dan karakter fungsional mikrobia, formulasi produk, serta cara aplikasinya di lapangan.

"Mikrobia yang digunakan sebagai bioinokulan harus jelas identitasnya, kebutuhan nutrisinya, kemampuan bertahan hidup, dan bagaimana mekanisme kerjanya dalam mendukung tanaman," terang Donny.

Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh mikroorganismenya saja. Tanaman sebagai inang dan petani sebagai pengguna akhir juga memegang peranan penting.

"Ada kecocokan yang harus dipenuhi antara mikrobia dan tanaman. Selain itu, penggunaan teknologi oleh petani harus tepat. Karena itu edukasi melalui penyuluhan dan pelatihan sangat diperlukan," tandasnya.

Baca juga: Populasi Macan Tutul Jawa Diperkirakan Hanya 319 Ekor, Pakar UGM Desak Pemerintah Lakukan Penanganan Konservasi Lanskap Dan Tindak Pelaku Perburuanan

Ketua Dewan Guru Besar UGM, Prof. Dr. M. Baiquni, M.A., menyampaikan apresiasinya atas pengukuhan tersebut. Ia menyebut Donny kini menjadi salah satu dari 542 Guru Besar UGM, dan di Fakultas Pertanian termasuk dalam daftar 30 Guru Besar aktif.

"Beliau berkontribusi dalam memperkuat bidang bioteknologi mikrobia yang strategis bagi masa depan pertanian Indonesia,” ujar Baiquni.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Melalui E-mail

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU