Rabu, 22 OKTOBER 2025 • 15:35 WIB

Mengenal Neosemar, Sistem Terapi yang Dibuat Mahasiswa UGM untuk Atasi Kecanduan Narkoba

Author

Para mahasiswa UGM yang membuat Neosemar, Sistem Terapi untuk Atasi Kecanduan Narkoba. (Istimewa (via e-mail))

JOGJA - Kecanduan narkoba yang selama ini sering dianggap sebagai persoalan moral ternyata merupakan gangguan kompleks pada sistem saraf otak. Zat adiktif mengubah cara kerja sistem penghargaan otak, sehingga membuat pengidapnya sulit mengendalikan diri dan terus terdorong untuk menggunakan narkoba.

Melihat permasalahan ini, sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan inovasi terapi berbasis neuromodulasi yang menjanjikan solusi pemulihan kecanduan secara ilmiah. Tim yang terdiri dari Melvino Rizky Putra Wahyudi, Dhimas Setya Adi Nugraha, Muhammad Basel Fawaz Sigit, Reza Hanif Firmansyah, dan Putri Eka Desintha, dibimbing oleh Ridwan Wicaksono, S.T., M.Eng., Ph.D., membuat terobosan melalui program PKM-Karsa Cipta (PKM-KC).

Melvino Rizky menjelaskan, ia bersama tim menciptakan "NeoSemar", sebuah sistem terapi terpadu yang menggabungkan teknologi Transcranial Magnetic Stimulation (TMS) dengan pemantauan Electroencephalography (EEG).

"NeoSemar dirancang untuk berinteraksi langsung dengan otak guna membantu memulihkan fungsinya tanpa perlu prosedur operasi. Sistem ini menjadi terobosan yang menjadikan rehabilitasi bukan sekadar soal kemauan, tapi juga pendekatan ilmiah yang dapat diandalkan," ujarnya, Rabu (22/10/2025).

Menurut Melvino, inovasi ini sangat relevan mengingat meningkatnya kasus penyalahgunaan narkoba di Indonesia. Data Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2023 menunjukkan lebih dari 3 juta warga Indonesia terlibat penyalahgunaan narkotika.

"NeoSemar hadir sebagai solusi teknologi yang mengintegrasikan dua alat medis mutakhir dalam satu sistem terpadu," katanya.

Melvino menambahkan, sistem terapi ini mendapat dukungan pendanaan dari Kemdikbudristek melalui Belmawa, tim berharap NeoSemar dapat menjadi solusi utama dalam terapi kecanduan narkoba di Indonesia, melengkapi metode rehabilitasi yang sudah ada.

"NeoSemar bukan hanya pelengkap, tapi sebuah terobosan penting untuk membantu banyak orang keluar dari jerat kecanduan,” terang Melvino.

Rekan lainnya, Dhimas Setya Adi Nugraha menjelaskan mekanisme kerja NeoSemar dapat memindai aktivitas otak untuk mengidentifikasi area yang bermasalah. Selanjutnya, TMS akan menyalurkan gelombang elektromagnetik terfokus untuk menormalkan sirkuit saraf yang terganggu.

"Semua proses terapi ini dapat dipantau secara jarak jauh melalui sistem Internet of Things (IoT), sehingga penanganan bisa lebih personal dan efisien," katanya.

Pembuatan Neosemar, Sistem Terapi untuk Atasi Kecanduan Narkoba. (Istimewa (via e-mail))

Lebih lanjut, proyek ini telah mendapatkan ethical clearance dari Komisi Etik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM. Persetujuan ini menegaskan bahwa metodologi dan keamanan NeoSemar telah divalidasi, membuka peluang untuk pengujian lebih lanjut.

"Kami sangat bersyukur atas pengakuan etik ini, yang menjadi langkah penting dalam pengembangan sistem terapi ini,” ucap Dhimas. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Melalui E-mail

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU