Selasa, 30 SEPTEMBER 2025 • 20:40 WIB

Hipertensi Mulai Ancam Generasi Muda, Pakar UGM Tekankan Pentingnya Pola Hidup Sehat Sejak Dini

Author

Hipertensi (Istimewa (via e-mail))

JOGJA - Hipertensi yang selama ini identik dengan usia lanjut, kini mulai mengintai kelompok usia muda. Perubahan tren ini menjadi perhatian serius para ahli kesehatan, termasuk Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. dr. Fatwa Sari Tetra Dewi, MPH, Ph.D.

Menurut Prof. Fatwa, peningkatan kasus hipertensi pada usia muda tidak bisa hanya dijelaskan melalui faktor genetik. Ia menegaskan bahwa gaya hidup yang tidak sehat menjadi pemicu utama.

Faktor genetik saja tidak cukup menerangkan terjadinya hipertensi yang mulai pada usia-usia yang lebih muda. Yang lebih banyak terjadi adalah faktor perilaku hidup yang kurang sehat,” ujarnya, Selasa (30/9/2025).

Gaya hidup tersebut mencakup kebiasaan merokok, konsumsi makanan tinggi lemak dan natrium, kurangnya asupan sayur dan buah, minimnya aktivitas fisik, hingga tingkat stres yang tinggi. Hal-hal ini, kata Prof. Fatwa, semakin memperbesar risiko tekanan darah tinggi pada generasi muda.

Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan, pada tahun 2023, sekitar 33 persen populasi dunia atau satu dari tiga orang mengalami hipertensi. Angka ini terus meningkat, dan diperkirakan pada tahun 2025 jumlah penyandang hipertensi akan mencapai 1,5 miliar orang.

Yang menjadi masalah, lanjut Prof. Fatwa, hipertensi kerap kali tidak menimbulkan gejala yang jelas. Akibatnya, banyak orang, terutama anak muda, merasa sehat padahal tekanan darah mereka sudah di atas ambang normal.

Anak-anak muda tidak menyadari kalau mereka menderita hipertensi karena masih merasa sehat dari sisi kemampuan tubuh,” jelasnya.

Baca juga: DPRD DIY Usulkan Revisi Perda Penanggulangan Bencana

Ia pun menekankan pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan secara rutin, meski masih berusia muda. Pemerintah juga disebut telah berupaya menggalakkan program skrining untuk menemukan penderita hipertensi sejak dini agar bisa segera ditangangi.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pencegahan hipertensi paling efektif dimulai sejak dini. Keluarga memegang peran kunci dalam menanamkan pola hidup sehat kepada anak-anak.

Mulai dari menyediakan makanan seimbang, memperkenalkan olahraga atau aktivitas fisik, hingga mengelola stres dengan baik. Pola asuh yang demokratis, tidak instruktif, juga akan mempengaruhi resiliensi mereka,” ujarnya.

Untuk remaja, perubahan gaya hidup sehat tidak bisa dilakukan secara drastis. Menurutnya, proses adaptasi perlu dibuat menyenangkan agar kebiasaan baru bisa bertahan lama.

Perubahan pola hidup sehat pada remaja tidak bisa langsung. Harus bertahap dan tetap enjoy dalam menjalaninya,” tuturnya.

Baca juga: Alasan Pakar UGM Sebut Restorasi Hutan dan Tambang Perlu Libatkan Spesies Asli dan Penanaman Pengayaan

Prof. Fatwa juga menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak keluarga, sekolah, tenaga kesehatan, hingga pembuat kebijakan dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perilaku hidup sehat.

Perilaku hidup bersih dan sehat itu sebenarnya bukan hal baru. Yang penting adalah bagaimana kita mau bergerak bersama,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Melalui E-mail

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU