Kamis, 25 SEPTEMBER 2025 • 14:15 WIB

Komitmen UGM dan Universitas Negeri Malang Perkuat Kolaborasi Antar Kampus

Author

Kunjungan Universitas Negeri Malang ke UGM. (Istimewa (via e-mail))

JOGJA - Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan dari jajaran pimpinan Universitas Negeri Malang (UM) belum lama ini di Gedung Pusat UGM. Kunjungan ini bertujuan mempererat sinergi antar perguruan tinggi, khususnya dalam pengelolaan kehumasan, pemeringkatan, dan kerjasama kelembagaan.

Rombongan UM dipimpin oleh Direktur Direktorat Perencanaan, Data dan Informasi, Pemeringkatan, Hubungan Masyarakat, dan Kerjasama (PDIPHK), Dr. Yuni Rahmawati, S.T., M.T. Mereka disambut oleh Sekretaris Universitas UGM, Dr. Andi Sandi ATT, S.H., LL.M., beserta jajaran humas, pemberitaan, serta Direktorat Kemitraan dan Relasi Global UGM.

"Kami sangat mengapresiasi kehadiran rekan-rekan dari Universitas Negeri Malang. Ini menjadi momen penting untuk saling bertukar pengalaman dan memperkuat jejaring antar kampus," ujar Andi Sandi saat menyampaikan sambutan.

Dalam paparannya, Sandi menjelaskan peran strategis sekretariat universitas yang kini juga menaungi bidang transformasi digital, layanan terpadu, hingga isu-isu krusial seperti pencegahan kekerasan seksual dan kesehatan mental mahasiswa. Ia menegaskan, orientasi pelayanan publik menjadi prioritas utama UGM sebagai institusi pendidikan.

"Mahasiswa adalah pusat dari layanan kami. Karena itu, berbagai inovasi digital seperti LISA (Lean Intelligent Service Assistance) kami dorong agar mereka dapat merasakan kemudahan dalam mengakses layanan kampus," jelasnya.

Baca juga: 23 Kafilah MQKN DIY Pamit ke Wagub Paku Alam X, Siap Harumkan Nama Daerah di Ajang Nasional

UGM juga terus mengupayakan keterjangkauan biaya pendidikan, salah satunya lewat skema Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang adaptif terhadap kondisi ekonomi mahasiswa.

Saat ini lebih dari 60 persen mahasiswa UGM berasal dari keluarga prasejahtera. Ini menjadi dasar bagi kami untuk terus mendorong kebijakan yang inklusif,” ungkapnya.

Sementara itu, Dr. Yuni Rahmawati menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari UGM serta kesempatan untuk belajar dari berbagai praktik baik yang telah diterapkan di kampus tersebut. 
Menurutnya, UGM berhasil membangun sistem komunikasi dan branding institusi yang konsisten di level nasional maupun internasional.

UGM menjadi salah satu kampus rujukan dalam membangun relasi publik dan memperkuat positioning institusi di tengah kompetisi global,” ujarnya.

Yuni juga menekankan bahwa keberhasilan UM dalam meraih penghargaan pemeringkatan nasional selama tiga tahun terakhir tak lepas dari komitmen pimpinan dan strategi komunikasi yang terencana. Namun ia menyadari bahwa mempertahankan capaian itu butuh kolaborasi lintas bidang.

"Kami ingin menggali lebih banyak pengalaman UGM, khususnya dalam strategi komunikasi, tata kelola kerjasama, dan penguatan hubungan kelembagaan,” katanya.

Lebih lanjut, UM menyoroti pentingnya dampak sosial dan ekonomi dari kerjasama yang dibangun oleh perguruan tinggi. Dalam konteks ini, UGM dinilai telah menunjukkan peran strategis, baik melalui program KKN, kolaborasi riset, hingga kemitraan dengan sektor industri dan lembaga internasional.

Menanggapi hal itu, Sandi menjelaskan bahwa UGM mengedepankan tata kelola kerjasama yang sistematis melalui Direktorat Kemitraan dan Relasi Global. Setiap dokumen kerjasama ditinjau secara hukum oleh tim ahli, termasuk dosen dan mahasiswa dari Fakultas Hukum.

Kami juga menggunakan sistem Lentera untuk memantau capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) universitas. Dengan sistem ini, semua bentuk kerjasama terintegrasi dan dapat dipantau secara transparan,” ujarnya.

Baca juga: Depo Mandala Krida Kota Yogya Semakin Membludak, Seluruh OPD Kini Jadi "Dinas Lingkungan Hidup"

Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen kedua belah pihak untuk membuka ruang kolaborasi lebih luas di masa depan. UGM menegaskan bahwa kolaborasi antar perguruan tinggi menjadi kunci menghadapi tantangan pendidikan tinggi di era global.

Kerja sama seperti ini bukan hanya penting, tapi juga mendesak, agar perguruan tinggi di Indonesia bisa saling menguatkan dan relevan dengan kebutuhan zaman,” pungkas Sandi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Melalui E-mail

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU