Peringati HKN 2025, Pemkab Sleman Gelar Layanan Kesehatan Inklusif untuk Penyandang Disabilitas
JOGJA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menggelar layanan kesehatan khusus bagi penyandang disabilitas dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-80 tahun 2025. Kegiatan bertajuk Jamkesus Terpadu Plus Terintegrasi GADIS MANIS tersebut diselenggarakan pada Rabu (17/9/2025) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, berkolaborasi dengan Bapel Jamkessos DIY dan Dinas Kesehatan DIY.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menyediakan akses kesehatan yang adil dan inklusif, khususnya bagi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas. Wakil Bupati (Wabup) Sleman, Danang Maharsa, hadir langsung untuk membuka dan meninjau pelaksanaan kegiatan.
"Ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah hadir untuk menjamin hak kesehatan bagi seluruh warga, termasuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas," ujar Danang dalam sambutannya.
Baca juga: Kata Guru Besar UGM Soal Penelitian Orangutan Punya Gaya Hidup Sehat Dibanding Manusia
Danang menambahkan bahwa integrasi antara layanan Jamkesus dan program GADIS MANIS tidak hanya bersifat administratif, namun merupakan langkah besar menuju sistem pelayanan kesehatan yang lebih menyeluruh dan manusiawi.
“Saya berharap hambatan-hambatan yang selama ini dirasakan oleh penyandang disabilitas dalam mengakses layanan kesehatan bisa kita kurangi, bahkan kita hilangkan. Mereka berhak mendapatkan layanan kesehatan yang cepat, inklusif, dan bermartabat,” tegas Danang.
Danang juga menekankan bahwa penyandang disabilitas adalah bagian tak terpisahkan dari masyarakat dan pembangunan.
“Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat kolaborasi, memperluas jangkauan layanan, dan meneguhkan komitmen bahwa penyandang disabilitas adalah bagian integral dari pembangunan Kabupaten Sleman,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan DIY, Endang Pamungkassiwi, menjelaskan bahwa program ini merupakan implementasi dari kebijakan Gubernur DIY yang menegaskan bahwa semua warga berhak atas layanan kesehatan yang setara.
"Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HKN ke-80. Peserta yang hadir hari ini sudah melalui proses pendaftaran dan verifikasi secara online. Kami pastikan mereka yang hadir belum menerima alat bantu sebelumnya, dan akan ditentukan kebutuhan alatnya oleh tim dokter,” terang Endang.
Sekadar informasi, tercatat sebanyak 92 peserta dinyatakan lolos verifikasi, dengan 74 di antaranya berasal dari Kabupaten Sleman. Layanan yang diberikan dalam kegiatan ini meliputi pemeriksaan dokter umum, skrining TORCH, layanan homecare, pemeriksaan dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi (KFR), serta pengukuran alat bantu kesehatan dan Posbindu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dikirim Di Grup WA