Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 15 SEPTEMBER 2025 • 13:45 WIB

BMKG DIY Prediksi Wilayah Sleman Utara Berpotensi Terjadi Hujan Ekstrim pada 18–20 Bulan Ini, Waspadai Banjir dan Longsor

BMKG DIY Prediksi Wilayah Sleman Utara Berpotensi Terjadi Hujan Ekstrim pada 18–20 Bulan Ini, Waspadai Banjir dan LongsorHujan lebat (ilustrasi) (Istimewa)

JOGJA - Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai memasuki masa transisi musim kemarau ke musim hujan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY memprediksi potensi hujan di wilayah ini akan meningkat secara signifikan, terutama pada pertengahan September.

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG DIY, Warjono, menyampaikan bahwa sejumlah wilayah di Yogyakarta telah mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam beberapa hari terakhir. Peningkatan intensitas hujan diperkirakan akan terjadi pada 18 hingga 20 September 2025.

Ya, beberapa hari ini memang sudah mulai hujan, artinya potensi hujan akan terus meningkat. Nanti mulai tanggal 18, 19, 20 itu kami perkirakan akan ada peningkatan hujan lebat, terutama di wilayah utara Yogyakarta,” ujar Warjono saat dihubungi, pada Senin (15/9/2025).

Ia juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca ekstrem seperti angin kencang dan petir bisa menyertai hujan di wilayah tertentu. Jika hujan berlangsung dengan durasi yang panjang, risiko bencana hidrometeorologi seperti longsor di wilayah perbukitan dan banjir di kawasan pesisir selatan harus diwaspadai.

BMKG bahkan mencatat pada hari ini yakni 15 September, hujan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang telah terjadi di beberapa kecamatan, seperti Sentolo, Kokap (Kulon Progo), Moyudan dan Minggir (Sleman), serta Srandakan, Kretek, dan Sanden (Bantul).

Sekarang pagi hari saja sudah ada peringatan di bagian utara. Di Kulon Progo bagian utara seperti Nanggulan dan Kokap, bahkan malam ini sudah terjadi hujan lebat,” ungkapnya.

Baca juga: Polsek Wirobrajan Bekuk Dua Pria Pelaku Pembobolan ATM di SPBU Bugisan Yogya, Modus Tawarkan Bantuan Tarik Tunai

Peringatan dini juga telah dikeluarkan untuk wilayah Sleman, termasuk kecamatan Seyegan, Ngaglik, Tempel, Turi, dan Pakem. Sementara di Kabupaten Gunungkidul, wilayah Panggang dan Purwosari juga tercatat berpotensi mengalami cuaca ekstrem.

Warjono juga menyinggung dampak masuknya musim hujan terhadap sektor pertanian. Ia menyebut bahwa potensi musim tanam padi dapat maju, terutama di wilayah utara Yogyakarta yang mulai mendapatkan pasokan air cukup.

Kalau di wilayah-wilayah tinggi seperti Sleman bagian utara, hujan ini mendukung untuk menanam padi lebih awal,” jelasnya.

Namun, ia mewanti-wanti agar para petani di wilayah selatan, terutama di daerah-daerah rawan banjir, lebih waspada dan melakukan antisipasi.

Kalau yang di sisi selatan ada potensi rendaman. Kalau terjadi banjir tentu akan merugikan. Maka, irigasi perlu ditangani dengan baik agar air berlebih bisa dialirkan dan tidak merusak tanaman,” pesannya.

Baca juga: BPBD Garut Tunggu Kajian BMKG untuk Tentukan Perpanjangan Status Siaga Darurat

Selain itu, Warjono menegaskan bahwa pengelolaan air yang tepat sangat penting di awal musim hujan ini agar lahan pertanian tetap produktif dan tidak terdampak buruk oleh cuaca ekstrem.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wawancara Daring

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

BMKG DIY Prediksi Wilayah Sleman Utara Berpotensi Terjadi Hujan Ekstrim pada 18–20 Bulan Ini, Waspadai Banjir dan Longsor

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!