Senin, 15 SEPTEMBER 2025 • 15:05 WIB

Dukung DIY Jadi Pusat Wisata Kebugaran Nasional, UGM Siap Dukung Secara Akademik Hingga Praktik

Author

Kebugaran (ilustrasi) (Istimewa (via e-mail))

JOGJA - Dukungan terhadap pengembangan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai pusat wisata kebugaran nasional terus menguat. Sinergi antara akademisi, tenaga medis, hingga pelaku olahraga diyakini menjadi kunci agar DIY tak hanya dikenal sebagai kota pelajar, tetapi juga sebagai destinasi utama wellness tourism di Indonesia.

Isu ini mengemuka dalam webinar bertajuk Penanganan Cedera pada Olahraga dan Diseminasi Ilmiah Magister Ilmu Biomedik dalam Pengembangan Wisata Kebugaran, yang digelar belum lama ini. Acara tersebut diselenggarakan oleh Pusat Kedokteran Herbal UGM bersama Program Magister Ilmu Biomedik FK-KMK UGM dan Perhimpunan Pembina Kesehatan Olahraga Indonesia (PPKORI) DIY, dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional.

Ketua Program Studi Pendidikan Dokter FK-KMK UGM, Prof. Denny Agustiningsih, yang juga menjabat Sekretaris PPKORI DIY, menyampaikan bahwa wisata kebugaran harus berbasis pada pemahaman menyeluruh terhadap kondisi tubuh individu.

"Wisata kebugaran itu bukan sekadar olahraga saat liburan. Harus dipastikan bahwa tubuh siap, baik secara fisik maupun mental. Asupan gizi, hidrasi, dan kualitas tidur juga tak boleh diabaikan," ujar Denny.

Ia menekankan bahwa edukasi terkait kesiapan tubuh menjadi langkah awal agar olahraga tidak berakhir dengan cedera.

Baca juga: Soal Kontroversial Pernyataan Pejabat, Pakar Komunikasi Politik UGM Minta Ubah Gaya Komunikasi : Pejabat Harus Representasikan Lembaga, Bukan Diri

Senada dengan Denny, Ketua PPKORI DIY, dr. Santosa Budiharjo, M.Kes., PA(K), menilai bahwa potensi ekonomi dari sektor wellness tourism sangat besar jika dikelola serius.

"Kalau dibarengi regulasi yang tepat dan edukasi masyarakat, wisata kebugaran ini bisa menjadi kekuatan ekonomi baru bagi DIY," jelasnya.

Wakil Dekan Bidang Kerja Sama, Alumni, dan Pengabdian kepada Masyarakat FK-KMK UGM, Dr. dr. Sudadi, juga menegaskan kesiapan institusinya dalam mendukung pengembangan wisata kesehatan di Yogyakarta.

Menurutnya, langkah ini sudah sejalan dengan arah kebijakan Rencana Strategis Academic Health System (AHS) FK-KMK UGM 2025–2029 yang mengintegrasikan pendidikan, riset, dan layanan kesehatan.

"UGM siap mendukung secara akademik dan praktis. Webinar ini juga merumuskan beberapa rekomendasi konkret untuk pengelola dan peserta wisata kebugaran," kata Sudadi.

Beberapa rekomendasi tersebut diantaranya pengelola wisata diminta menyediakan informasi mengenai syarat kebugaran peserta, menyediakan pilihan aktivitas yang sesuai kondisi fisik, hingga memastikan ketersediaan air minum di setiap titik kegiatan.

Sementara itu, Dosen Departemen Bedah FK-KMK UGM, Dr. dr. Yudha Mathan Sakti, mengangkat fenomena weekend warrior yakni individu yang hanya berolahraga di akhir pekan tanpa persiapan memadai. Ia menyebut, kelompok ini rentan cedera karena tubuh tidak memiliki waktu adaptasi yang cukup.

"Cedera bisa dicegah dengan edukasi, persiapan yang baik, dan manajemen rehabilitasi yang efektif. Ini penting dalam konteks wisata kebugaran," katanya.

Baca juga: Soroti Tuduhan Makar dalam Demonstrasi Pekan Lalu, PSKP UGM Sebut Bentuk Ketakutan Elite Hingga Minta Presiden Tidak Asal Nuduh

Dari sisi nutrisi, Ketua Indonesia Sport Nutritionist Association, Dr. Mirza Hapsari Sakti Titis P., S.Gz., Dietisien, mengingatkan pentingnya pola makan yang tepat.

"Makanan olahraga, suplemen, dan pemulihan nutrisi sangat penting untuk mencegah cedera berulang. Jangan sampai aktivitas sehat malah jadi beban tubuh," ungkap Mirza.

Hal senada disampaikan oleh Dr. Arko Jatmiko Wicaksono dari Departemen Farmakologi dan Terapi FK-KMK UGM. Ia menyoroti pentingnya pemilihan obat yang aman, terutama untuk atlet profesional.

"Penggunaan obat harus sesuai regulasi. Atlet harus hati-hati karena ada aturan ketat dari WADA dan IADO," tegas Arko.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Melalui E-mail

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU