Kamis, 21 AGUSTUS 2025 • 13:35 WIB

Isu Danais DIY Tahun 2026 dipangkas Jadi Rp 500 Miliar, Pembangunan Taman Budaya Sleman Terancam Mandek

Author

Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Sleman, Ishadi Zayid. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Pemerintah pusat berencana memangkas alokasi Dana Keistimewaan (Danais) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada tahun 2026 hingga 50 persen, dari sebelumnya Rp1 triliun menjadi Rp500 miliar. Pemangkasan ini berpotensi berdampak pada berbagai program strategis, termasuk rencana pembangunan Taman Budaya Sleman.

Padahal Taman Budaya Sleman sendiri diharapkan menjadi pusat ekspresi dan pengembangan seni budaya, baik tradisional maupun modern, yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Sleman, Ishadi Zayid, menyampaikan bahwa proyek pembangunan Taman Budaya Sleman kemungkinan besar belum akan bisa direalisasikan dalam waktu dekat akibat rencana pemotongan anggaran tersebut.

Kalau kondisinya masih seperti ini, saya rasa Taman Budaya di Sleman masih belum (terbangun). Tahun 2026 jelas nggak ada,” ujarnya, Kamis (21/8/2025).

Baca juga: Danais DIY Tahun 2026 dipangkas Jadi Rp 500 Miliar, Sultan HB X: "Ya Rapopo, Penghematan Semua Kena"

Rencana pembangunan Taman Budaya Sleman sebenarnya telah digagas sejak beberapa tahun terakhir. Bahkan, pada tahun 2021, Pemkab Sleman telah menggelar sayembara desain untuk fasilitas budaya tersebut yang direncanakan berdiri di atas lahan seluas 2,2 hektar di wilayah Pandowoharjo.

Zayid menyebut, pembangunan proyek ini membutuhkan anggaran sekitar Rp35 miliar dan seluruhnya direncanakan berasal dari Danais. Dengan rencana pemotongan dari pusat, ia belum bisa memastikan kapan proyek ini bisa direalisasikan.

(Anggaran pembangunan) iya, full Danais. Kita nggak bisa matur targetnya, kalau kondisi keuangan seperti ini,” jelasnya.

Zayid juga menegaskan bahwa alokasi Danais sepenuhnya merupakan kewenangan pemerintah pusat yang kemudian disalurkan melalui Pemda DIY. Pemerintah kabupaten, kata dia, hanya bisa menunggu kebijakan dari provinsi.

Kita menunggu kebijakan dari provinsi, karena Danais ranahnya bukan di Kabupaten. Kita nunggu kebijakan dari pusat,” katanya.

Baca juga: Danais DIY Kena Efisiensi Anggaran Rp 200 Miliar, Pemda diminta Cari Alternatif Lewat CSR

Meski demikian, Disbud Sleman tetap akan menjalankan program-program prioritas Danais yang sudah dirancang untuk tahun 2025 dengan alokasi sebesar Rp7 miliar. Program tersebut difokuskan pada pembinaan, fasilitasi kegiatan seni budaya, serta penguatan kelembagaan.

Kita masih fasilitasi pendampingan, kemudian pembinaan kelembagaan, penyelenggaraan event. Kita lebih banyak ke fasilitasi, kemudian ada sarpras untuk beberapa kelompok,” pungkasnya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU