Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 21 AGUSTUS 2025 • 12:50 WIB

Kenalkan Budaya Lewat Kerajinan Tradisional, Wayang Suket Indonesia Gelar Workshop di SDN Gabahan Sleman

Kenalkan Budaya Lewat Kerajinan Tradisional, Wayang Suket Indonesia Gelar Workshop di SDN Gabahan SlemanAnak - anak SDN Gabahan Sleman saat mengikuti workshop Wayang Suket, pada Kamis (21/8/2025). (Olivia Rianjani)

JOGJA - Komunitas Wayang Suket Indonesia menggelar kegiatan workshop pengenalan dan pembuatan Wayang Suket secara gratis kepada siswa-siswi kelas 6 SDN Gabahan, Sleman, pada Kamis (21/8/2025). Kegiatan ini menjadi pembuka dari rangkaian tur edukatif bertajuk "Dolan Sekolahan" yang menyasar sekolah-sekolah negeri termasuk di Yogyakarta.

Founder sekaligus kreatif direktur Wayang Suket Indonesia, Gaga Rizky, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan mengajak anak-anak untuk kembali mengenal dan mencintai budaya sendiri melalui cara yang menyenangkan dan interaktif.

"Kami memperlakukan workshop pengenalan dan pembuatan Wayang Suket di sekolah-sekolah di Jogja. Ini adalah hari pertama kami dan sekolah pertama kami di SDN Gabahan. Dan nanti akan ada SD-SD lainnya juga di Jogja," ujarnya ditemui usai kegiatan.

Wayang suket sendiri merupakan bentuk wayang atau boneka tradisional yang dibuat dari rumput (suket). Jenis rumput yang digunakan dalam workshop ini adalah rumput mendong, hasil dari petani lokal di daerah Minggir, Sleman.

"Jadi wayang suket adalah wayang terbuat dari suket, atau rumput. Dan rumput yang kami gunakan saat ini adalah rumput mendong. Karena memang kebetulan di daerah Minggir sini juga ada petani mendong. Jadi saling support sistem," ungkapnya.

Gaga menyebutkan bahwa kegiatan ini bukan hanya untuk anak SD, namun juga menyasar SMP dan SMA negeri di seluruh wilayah Yogyakarta, seperti Sleman, Bantul, Gunungkidul, dan Kota Yogyakarta.

"Target kami memang sekolah negeri. Jadi enggak melulu sekolah dasar, ada SMP, SMA juga. Dan itu gratis, enggak ada biaya sama sekali," ucap pria asal Tuban, Jawa Timur itu.

Namun motivasi utama dari program ini adalah keprihatinan terhadap kecenderungan anak-anak zaman sekarang yang lebih mengenal budaya populer luar negeri dibandingkan budaya lokal.

"Motivasinya fenomena saat ini, sih. Anak-anak sekarang lebih tertarik sama modern. Mereka kayak lupa budaya sendiri. Lebih tertarik budaya orang luar malah, kayak K-Pop dan lain-lain. Nah, kami punya visi itu memperkenalkan kembali dan ingin mencoba melestarikan Wayang Suket yang merupakan salah satu warisan budaya bangsa Indonesia," paparnya.

Baca juga: Pesan DPRD DIY Dalam Gelaran Wayang Berlakon Semar di DPRD DIY

Kenalkan Budaya Lewat Kerajinan Tradisional, Wayang Suket Indonesia Gelar Workshop di SDN Gabahan SlemanFounder Wayang Suket Indonesia, Gaga Rizky. (Olivia Rianjani) 
Dalam workshop tersebut, anak-anak dikenalkan pada beberapa jenis karakter wayang suket seperti tokoh laki-laki gagah, laki-laki alus, perempuan, dan anak-anak. Namun, untuk mempermudah proses belajar, siswa kelas 6 membuat karakter laki-laki alus yang paling sederhana bentuknya.

"Kami memperkenalkan beberapa jenisnya, bentuk wayang suket. Tapi tadi yang dibuat anak-anak adalah laki-laki alus, karena itu bentuk basic yang paling mudah," jelasnya.

Mengenai tantangan mengajarkan kerajinan ini kepada anak-anak, Gaga menyebut tidak ada kesulitan yang berarti, hanya perlu kesabaran dalam berinteraksi.

"Sebenarnya enggak ada kesulitan, sih. Cuman kita harus bersabar aja. Karena kan anak kecil ya, ada yang caper. Gimana pendekatan kita supaya mereka memperhatikan dan tetap semangat," katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kenalkan Budaya Lewat Kerajinan Tradisional, Wayang Suket Indonesia Gelar Workshop di SDN Gabahan Sleman

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!