Jumat, 15 AGUSTUS 2025 • 15:00 WIB

Tersangka Kecelakaan Maut di Bugisan Kota Yogya Sampaikan Permintaan Maaf ke Keluarga Korban, Polisi Beberkan Fakta Ini

Author

Tersangka FM (22) kecelakaan maut yang terjadi di Simpang Patangpuluhan (Simpang Bugisan), Jalan Sugeng Jeroni, Kota Yogyakarta, pada Kamis dini hari (14/8/2025). (Olivia Rianjani)

JOGJA - Polresta Yogyakarta mengungkap sejumlah fakta baru terkait kecelakaan maut mobil honda jazz dengan sepeda motor yang terjadi di Simpang Empat Bugisan, Jalan Sugeng Jeroni, Patangpuluhan, Kota Yogyakarta, pada Kamis (14/8/2025) dini hari. Dalam kejadian tersebut, melibatkan pria inisial.FM (22) asal Klaten, Jawa Tengah bersama 4 rekan lainnya yang berada didalam mobil honda jazz. Sendangkan pengendara sepeda motor adalah sepasang suami inisial Mj dan istri inisial Sp yang merupakan pedagang jajanan di Bantul. Naas, istri pengendara motor itu dilaporkan meninggal dunia di lokasi.

Kasat Lantas Polresta Yogyakarta AKP Alvian Hidayat menjelaskan bahwa para penumpang mobil tidak saling mengenal sepenuhnya. Mereka hanya terhubung secara paralel, yakni antar satu orang ke orang lain, namun tidak seluruhnya saling mengenal.

Ibaratnya si A kenal si B, nah yang si B ini baru yang kenal si C, antara A dengan C ini tidak kenal. Karena pun belum bertemu begitu lama, baru hubungan juga saat kejadian itu,” ujarnya, dalam konferensi pers di Aula Mapolresta Yogyakarta, pada Jumat (15/8/2025).

Menurut keterangan polisi, pemilik mobil adalah salah satu penumpang yang berada di dalam kendaraan saat kejadian, dengan inisial AS. AS duduk di sebelah pengemudi yang saat ini ditetapkan sebagai tersangka. Meski STNK tidak ditemukan di dalam mobil, pihak kepolisian telah melakukan verifikasi melalui data Samsat.

Plat kendaraan tersebut sesuai dengan nama yang terdaftar, baik nopol maupun posisinya,” jelasnya.

Polisi juga mengungkap bahwa tujuan rombongan awalnya hendak pulang usai dari tempat hiburan malam. Namun, lantaran pengemudi dalam pengaruh minuman beralkohol, arah perjalanan menjadi tidak jelas.

Tadinya akan mengantar teman-teman itu pulang ya, tapi mungkin karena sesuai keterangannya dia kobam (minum miras), jadi hanya muter-muter saja. Tujuannya tidak jelas,” tambah Alvian.

FM yang diketahui berasal dari Klaten itu seringkali mencari hiburan di wilayah Yogyakarta. Polisi menyatakan FM saat ini bukan mahasiswa aktif.

"Kayaknya lebih ke freelance itu, jadi status pelajar itu memang mungkin sudah lama saja. Bukan mahasiswa, kemarin kita cari tapi tidak ada identitas,” kata Alvian.

Baca juga: Terpengaruh Miras, Pria Asal Klaten Tabrak Pasutri di Perempatan Bugisan Yogyakarta, Istri Tewas dilokasi Terpental 5-6 Meter

Barang bukti yang diamankan pada konferensi pers (15/8/2025). (Olivia Rianjani)

Lanjut Alvian menyebut, dua orang perempuan yang merupakan rombongan bersama FM dilaporkan kabur dari lokasi. Karenanya, kepolisian menyatakan masih akan melakukan pencarian dan meminta keterangan dari para saksi yang telah diperiksa.

"Karena kan mereka beneran teman-temannya yang beberapa itu dimana sudah kita tanyakan atau mintai keterangan. Jadi, nanti tetap juga kita akan cari yang kabur itu," tegasnya.

Ia juga menyatakan akan memfasilitasi pertemuan antara keluarga tersangka dan keluarga korban jika kedua pihak bersedia.

Sebuah itikad yang baik nanti kalau sudah ketemu dengan keluarga korban kita akan sampaikan untuk monggo silakan bertemu dengan keluarga. Karena kan itu sesama manusia, apalagi sudah sampai duka cita,” imbuh Alvian.

Baca juga: Begini Kronologi Polresta Yogya Amankan Tiga Remaja Bawa Celurit

Dihadapan awak media, tersangka FM menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban. Ia mengaku menyesal atas kejadian tersebut.

Saya minta maaf ke keluarga korban, saya mohon maaf. (Sekali lagi) saya minta maaf,” ucap FM singkat. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU