Jumat, 08 AGUSTUS 2025 • 20:50 WIB

Ribuan Warga Bersama Wabup Sleman Danang Meriahkan Tradisi Saparan Bekakak di Ambarketawang Sleman

Author

Tradisi adat Saparan Bekakak yang digelar di Kalurahan Ambarketawang, Kapanewon Gamping, Sleman, Jumat (8/8/2025). (Istimewa)

JOGJA - Tradisi adat Saparan Bekakak kembali digelar di Kalurahan Ambarketawang, Kapanewon Gamping, Sleman, Jumat (8/8/2025). Kegiatan tahunan yang sarat nilai budaya ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, dan disambut antusias ribuan warga.

Upacara yang berlangsung di Lapangan Kalurahan Ambarketawang itu diawali dengan prosesi adat yang melibatkan seluruh bregodo (pasukan tradisional) lengkap dengan prosesi pemecahan kendi dan pelepasan burung sebagai simbol permulaan upacara.

Setelah itu, kirab budaya dimulai. Bregodo dan masyarakat mengarak sesaji berbentuk sepasang bekakak boneka dari tepung ketan dan gula merah menuju Petilasan Gunung Gamping. Iring-iringan juga dimeriahkan oleh ogoh-ogoh, menambah semarak suasana.

Baca juga: Mural One Piece di Dukuh Temuwuh Sleman Dihapus, Kepala Dukuh Minta Warga Semarakkan HUT RI 80 Bertajuk Mengenang Para Pahlawan

Wakil Bupati (Wabup) Sleman, Danang Maharsa, mengapresiasi penyelenggaraan acara budaya ini yang terus lestari dari tahun ke tahun.

Tradisi Saparan Bekakak ini merupakan salah satu warisan budaya yang sangat berharga. Bukan hanya memiliki nilai historis, tapi juga menjadi simbol rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.

Danang menambahkan, melalui tradisi ini masyarakat memanjatkan harapan agar diberikan keselamatan, kemakmuran, serta dijauhkan dari berbagai mara bahaya.

Ini adalah bentuk doa dan harapan masyarakat agar diberikan berkah, tanah yang subur, kesehatan, keselamatan, serta rezeki yang melimpah,” ucapnya.

Wabup Sleman Danang Maharsa saat ikuti Tradisi adat Saparan Bekakak di Kalurahan Ambarketawang, Kapanewon Gamping, Sleman, Jumat (8/8/2025). (Istimewa) 
Lanjut Danang menilai, pelestarian budaya seperti ini tak lepas dari semangat gotong royong antara warga dan pemerintah desa.

Upacara Saparan Bekakak ini menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dan kegembiraan warga. Ini bukti nyata bahwa budaya tetap hidup dan tumbuh di tengah masyarakat,” katanya.

Baca juga: Dukung Program Kali Bersih Oleh Pemkot Yogya, Sultan HB X Sebut Kebersihan Tergantung Aliran Sungai Bantul dan Sleman

Sebagai puncak prosesi, dilakukan penyembelihan simbolis sepasang bekakak di Petilasan Gunung Gamping. Penyembelihan ini menjadi simbol pengorbanan sekaligus penutup rangkaian ritual adat.

"Kami (Pemkab Sleman) berharap tradisi semacam ini tidak hanya dilestarikan, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan promosi budaya lokal di wilayah Sleman dan DIY secara umum," pungkas Danang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Keterangan Pers

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU