Tinjauan Komisi C DPRD DIY di Lokasi Pembangunan Jalan Tembus Prambanan – Gayamharjo : Selesai Awal Tahun 2027
JOGJA - Komisi C DPRD DIY telah melakukan peninjauan ke lokasi pembangunan jalan tembus Prambanan – Gayamharjo yang merupakan bagian penting penghubung wilayah Sleman dengan Gunungkidul. Pembangunan jalan ini memiliki panjang total sekitar 9 kilometer, dengan 4,5 kilometer yang menjadi fokus pembangunan tahap kedua saat ini hampir rampung. Lokasi tersebut yakni berada di Proyek Tebing Breksi Banyunibo, Marangan, Bokoharjo, Prambanan, Sleman.
Ketua Komisi C DPRD DIY, Nur Subiantoro menjelaskanz kunjungan ini guna memastikan jalan dari Prambanan ke Gayamharjo yang sepanjang 4,5 kilometer ini, tahap kedua ini dilaksanakan.Menurutnya, jalan ini nantinya akan berfungsi sebagai penghubung dari pintu keluar (exit tol) Tol Manisrenggo menuju Gunungkidul.
"Alhamdulillah luar biasa, meskipun ada sisa beberapa yang baru kita ajukan melalui program Insentif Jalan Daerah (IJD). Ini akses yang luar biasa. Kami berharap dengan adanya tol masuk ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), akan terjadi peningkatan investasi," ujarnya dilokasi belum lama ini.
Soal tercapainya target tersebut, Subiantoro menambahkan, ada sinergi antara Pemda DIY, kabupaten, dan kota harus segera menyiapkan jalan pendukung agar akses menuju destinasi wisata dan lokasi investasi semakin mudah dan cepat.
“Program ini berjalan dari tahun 2023 hingga 2025. Saat ini baru dibuat lanjutan untuk tahun 2025-2026, khususnya sisa 4,5 kilometer lagi dari total 9 kilometer tersebut," jelasnya.
Sementara itu, anggota Komisi C DPRD DIY, Suwardi, menggarisbawahi pentingnya peran serta pemerintah daerah dan masyarakat dalam kelancaran pembangunan.
"Pemerintah daerah khususnya DIY dan Pemkab Sleman harus memberikan partisipasi penuh dalam pelaksanaan pembangunan," ucapnya.
Menurut Suwardi, jalan tembus ini akan mempercepat pembangunan dan membuka peluang pengembangan bisnis wisata yang pada akhirnya mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Gunungkidul, Gayamharjo, dan Sleman.
"Sehingga semangat kesejahteraan bagi masyarakat Gunung Kidul dan Gayamharjo atau Sleman bagian timur ini ya. Ini nanti bisa lebih cepat seperti daerah Sleman kota. Karena kan kemajuan pembangunan ini yang sudah diselesaikan kan ada di Sleman, ada di kota ya. Tapi di sini Sleman Timur yang belum dapat perhatian," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Bidang Bina Marga DPUESDM DIY, Wira Sasongko, memaparkan bahwa rencana total jalan tembus dari Prambanan hingga Gading sepanjang sekitar 28 kilometer.
"Kami mengusulkan 4,5 kilometer ini bisa dikerjakan melalui IJD di tahun 2025 dan 2026. Harapan kami, sebagian bisa dimulai di akhir 2025, agar jalan Prambanan sampai Gading bisa digunakan sepenuhnya oleh masyarakat di awal 2027," jelas Wira.
Baca juga: Tinjau Langsung Proyek Strategis Gedung Baru DPRD DIY, KPK Kawal Ketat Pembangunan
Wira menambahkan bahwa terdapat beberapa medan sulit yang harus diperhatikan, terutama di area STA 7000–8000 yang memiliki potensi tantangan geologis.
Sehingga, ia berharap sebagian pembangunan bisa dilaksanakan tahun ini, sehingga pada tahun 2027 jalan tersebut sudah bisa digunakan masyarakat.
“Kami juga terus berkoordinasi dengan Pemkab Sleman dan PJN terkait perbaikan dan pemeliharaan jalan pendukung agar pelayanan publik dapat berjalan," pungkas Wira.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung