Senin, 28 JULI 2025 • 16:35 WIB

Penumpukan Sampah Jadi Penyebab Tren Kenaikan Kasus Leptospirosis di Kota Yogya, Begini Respon Walikota Hasto

Author

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Menanggapi catatan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta yang mana sebanyak 19 kasus leptospirosis yang tersebar di 14 kemantren, dengan enam di antaranya meninggal dunia. Maka, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, kembali menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah antisipatif terhadap meningkatnya kasus leptospirosis di wilayahnya.

Menurutnya, saat ini pemerintah tengah melakukan pemetaan kasus untuk menentukan apakah situasi ini masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB) atau belum.

Dinas Kesehatan akan membicarakan tanggalnya, karena ada rumusannya itu untuk meletakkan KLB atau tidak KLB. Jadi tunggu nanti soalnya,” ujar Hasto kepada wartawan, pada Senin (28/7/2025).

Hasto juga menegaskan kepada seluruh masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan merupakan langkah dasar yang sangat penting, terlebih saat ini tidak sedang dalam musim hujan yang ekstrim.

Sekarang ini kan tidak terlalu sulit menjaga kebersihan lingkungan karena tidak musim hujan. Kalau musim hujan itu agak berat karena banyak yang becek-becek, basah-basah,” jelasnya.

Menurut Hasto, wilayah yang berada di tepi sungai menjadi perhatian khusus karena rentan terhadap penyebaran penyakit yang ditularkan melalui tikus tersebut. Ia menyebutkan bahwa pemetaan kasus akan membantu pemerintah dalam membaca tren penyebaran penyakit berdasarkan lokasi dan kondisi lingkungan.

"Nanti kasus itu kalau dipetakan akan bisa dibaca trennya. Sebenarnya kasusnya ini lebih banyak di daerah yang seperti apa, di daerah yang mana,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya deteksi dini terhadap gejala leptospirosis. Serta memastikan ketersediaan obat di fasilitas kesehatan cukup, namun masyarakat perlu dibekali dengan pengetahuan untuk mengenali tanda-tanda awal penyakit ini.

Baca juga: Pemkot Yogya Serukan Himbauan Penting Terkait Peningkatan Kasus Leptospirosis yang Meningkat Tajam : Jangan Buang Bangkai Tikus Sembarangan!

Obatnya memang sudah ada, tapi ada gerakan yang perlu kita lakukan selain kebersihan lingkungan adalah mengenali tanda-tanda dini. Jadi, masalah obat sudah cukup, tinggal mengenali dini,” jelasnya.

Baca juga: Wali Kota Yogyakarta Hasto Apreasi Anak Muda Ini yang Sulap Sampah Plastik Jadi Produk Bernilai Jual Tinggi

Terkait kemungkinan terjadinya onjakan kasus leptospirosis berkaitan dengan penumpukan sampah, Hasto justru menyebut lingkungan kumuh dan lembap berpotensi menjadi sarang penyakit.

"Mungkin bisa ya, bisa tidak. Dampaknya gini , daerah-daerah yang kumuh, dilembab, itu menjadi bagian. Kalau daerahnya lembab, becek, basah, kotor itu menjadi ekosistem yang cocok untuk leptospirosis," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU