Senin, 14 JULI 2025 • 00:00 WIB

Sambangi Balai Lansia di Bantul, Komisi D DPRD DIY Soroti Daya Tampung dan Kurangnya Rekreasi Para Lansia

Author

Kunjungan kerja Komisi D DPRD DIY ke Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha (BPSTW) Unit Budi Luhur di Kasongan, Bantul, Jumat (11/7/2025). (Istimewa)

JOGJA - Komisi D DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan kunjungan kerja ke Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha (BPSTW) Unit Budi Luhur di Kasongan, Bantul, Jumat (11/7/2025). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka monitoring dan evaluasi terhadap penanganan lanjut usia (lansia) terlantar di DIY. 

Wakil Ketua Komisi D DPRD DIY, Arif Setiadi, menyampaikan apresiasinya terhadap layanan dan fasilitas yang tersedia di balai tersebut. Meski demikian, ia menyoroti keterbatasan daya tampung serta pentingnya penguatan perlindungan sosial bagi lansia di luar balai.

Balai perlindungan sosial lansia ini sudah cukup bagus walaupun ada beberapa layanan yang tentu menjadi kurang karena faktor-faktor anggaran. Tapi insya Allah, baik yang sudah berlangsung melalui anggaran APBD maupun partisipasi volunteer dari masyarakat, semua cukup baik,” ujar Arif.

Pihaknya menambahkan bahwa daya tampung BPSTW yang hanya 200 orang belum mampu menjawab kebutuhan lansia di DIY yang jumlahnya mencapai sekitar 50 ribu jiwa.

Layanan di sini relatif cukup baik. Tapi daya tampungnya terbatas. Karena itu, perlu ada bentuk penanganan lain seperti pemberdayaan masyarakat, atau mungkin dukungan dari swasta,” imbuhnya.

Terkait regulasi, Arif menegaskan bahwa aturan mengenai perlindungan lansia sudah ada. Namun ia menilai perlu ada penguatan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaannya.

"Kita mudah-mudahan bisa menemukan solusi bersama dengan dinas dan pemangku kepentingan. Kalau solusinya anggaran ya kita usahakan, kalau solusinya regulasi, kita buatkan. Intinya, kita dukung dan samakan persepsi semua stakeholder agar DIY menjadi daerah yang ramah lansia,” tegasnya.

Baca juga: Komisi B DPRD DIY Kunjungi Desa Wisata Nglanggeran, Pokdarwis Usulkan Dorong Pengembangan Infrastruktur Hingga Bantu Promosi Produk Coklat di Seluruh

Salah satu perwakilan Komisi D DPRD DIY saat menyapa para lansia. (Istimewa)

ementara itu, salah satu anggota Komisi D DPRD DIY, Tustiyani, juga memberikan tanggapannya usai meninjau kondisi balai. Ia mengapresiasi kebersihan lingkungan dan kenyamanan bangunan, serta menyebut para penghuni balai tampak bahagia.

Alhamdulillah saya melihat lingkungannya bersih, ventilasi bangunannya juga bagus. Lansianya juga terlihat bahagia, artinya kondisi balai ini cukup baik,” ucapnya.

Namun, ia menyoroti keterbatasan anggaran konsumsi bagi penghuni yang dinilai belum memadai dari sisi nutrisi. 

Memang untuk makanan hanya diberi Rp 25 ribu per hari. Ini secara nutrisi masih kurang dan menjadi pemikiran kita bersama di Komisi,” katanya.

Selain itu, Tustiyani juga menilai bahwa penghuni balai membutuhkan lebih banyak kegiatan rekreasi.

Penghuninya kurang rekreasi, jadi nanti akan kita pikirkan agar mereka bisa rekreasi ke tempat-tempat terdekat,” tambahnya.

Kendati demikian, ia menyebut tidak diperlukan regulasi baru terkait hal ini (rekreasi), melainkan hanya penambahan anggaran sesuai nomenklatur yang sudah ada.

Nomenklaturnya sudah ada, tinggal menambah anggaran di sini. Jadi apresiasi saja, balainya Alhamdulillah baik, bersih, dan penghuninya bahagia,” pungkas Tustiyani.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Keterangan Pers

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU