Selasa, 08 JULI 2025 • 18:15 WIB

Relagama Bergerak Gelar di UGM, Desak Klarifikasi Keaslian Ijazah Presiden Jokowi

Author

Relagama (Relawan Alumni Gadjah Mada) Bergerak menggelar aksi di kawasan kampus UGM, pada Selasa (8/7/2025). (Istimewa)

JOGJA - Sejumlah massa alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Relagama (Relawan Alumni Gadjah Mada) Bergerak menggelar aksi di kawasan kampus UGM, pada Selasa pagi. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap polemik dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dinilai telah menimbulkan perpecahan dan kegaduhan nasional. 

Koordinator aksi, Bangun Sutoto, mengatakan bahwa gerakan ini muncul bukan karena dorongan politik, melainkan panggilan moral dan tanggung jawab untuk menjaga nama baik almamater serta dunia akademik secara umum.

Aksi ini berangkat dari kepedulian sebagian teman-teman alumni UGM yang melihat dinamika dan situasi di Indonesia saat ini hanya karena kasus dugaan ijazah palsu Jokowi. Ternyata ini sudah menjadi bola liar yang berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,” ujar Sutoto kepada wartawan dilokasi.

Menurutnya, alumni memiliki hak untuk bertanya dan meminta kejelasan kepada pihak UGM, baik rektorat maupun Fakultas Kehutanan, yakni tempat Jokowi pernah menempuh pendidikan. Ia menyayangkan jika pertanyaan dari sesama alumni tidak direspons secara terbuka.

Ketika kami bertanya, tidak dijawab, tentu wajar kami menyampaikan ketidakpercayaan kami di balik kasus yang menurut kami sepele dan sederhana tapi berlarut-larut. Jangan sampai hanya selembar ijazah melibatkan masalah besar. Ini tidak boleh didiamkan,” tegasnya.

Baca juga: Bea Cukai dan Polda DIY Tangkap Dua Pria Sindikat Penyelundupan Narkoba Jenis Sabu Sebanyak 9 Kg di Bandara YIA : 1 WN Malaysia DPO

Ia juga menegaskan bahwa aksi ini bukan bentuk intervensi terhadap proses hukum yang sedang berjalan di Bareskrim Polri, melainkan murni dorongan dari sebagian alumni yang tergabung dalam Relagama. Ia menolak anggapan bahwa gerakan ini ditunggangi kepentingan tertentu atau kelompok politik tertentu. 

Relagama ada jauh hari sebelum ada kasus ini atau perhelatan pemilu. Jadi, kalau ada yang menuduh kami sebagai barisan sakit hati, itu salah besar,” katanya.

Selain itu, dirinya menekankan pentingnya menjaga integritas akademik dan kebebasan ilmiah berbasis data dan fakta. Mereka menolak jika isu ijazah ini dijadikan alat untuk mencederai etika dan proses akademis.

Kami berangkat dari logika ilmiah. Kepentingan kami ingin menegakkan akal sehat dan kebebasan dalam dunia akademis yang berbasis fakta dan data,” jelasnya.

Baca juga: Aktivis Pro Republik Ancam Rebut Kembali Rumah Belanda di Lempuyangan, Begini Kata KAI

Terkait putusan hukum yang sudah inkrah, pihaknya menghormati. Namun ia tetap menuntut agar semua pihak, termasuk UGM, menyampaikan klarifikasi secara transparan untuk mencerdaskan publik. 

Jika ijazah Jokowi memang asli dan sidang gugatan UGM sudah berkekuatan hukum tetap, mau bagaimana lagi? Tapi proses pengungkapan dugaan kasus ini tetap harus dilakukan secara transparan, adil, dan mencerdaskan untuk semuanya,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU