JOGJA - Forum Ojol Yogyakarta Bersatu (FOYB DIY) menyoroti sistem double order (dua pesanan dalam satu pengantaran) yang diberlakukan oleh platform Shopee Food, menyusul kejadian penganiayaan terhadap seorang driver di wilayah Godean, Sleman, pada 5 Juli 2025. Driver tersebut diduga menjadi korban kekerasan oleh pelanggan akibat keterlambatan pengantaran selama lima menit.
Ketua FOYB DIY, Rie Ramawati, menjelaskan bahwa sistem double order seringkali memberatkan mitra pengemudi. Meski mendapatkan dua pesanan sekaligus, para driver hanya menerima tambahan ongkir sekitar Rp 2.000 hingga Rp 2.500 saja. Di sisi lain, waktu tempuh bisa jauh lebih lama karena kondisi di lapangan tidak selalu mendukung efisiensi.
"Kalau double order itu sebenarnya memang membuat driver dilema karena ongkirnya tidak sebanding. Kita hanya dapat tambahan sekitar Rp2.000 sampai Rp2.500. Kadang resto yang satu cepat, yang lain lambat. Kalau kita belum selesai antar order pertama, kita belum bisa antar yang kedua," ujar Ramawati kepada wartawan saat ditemui usai hadir dalam konferensi pers di Mapolresta Sleman, pada Senin (7/7/2025).
Lebih lanjut, Ramawati menyebut bahwa driver tidak memiliki opsi untuk menolak sistem double order. Penolakan akan langsung berdampak pada penurunan performa mitra.
"Kalau untuk Shopee Food, kalau kita menolak, kita akan kena poin. Kalau sampai 150 poin, kita bisa kena PM atau putus mitra," katanya.
Dalam banyak kasus, kata Ramawati, pelanggan tidak mengetahui bahwa makanan mereka merupakan bagian dari double order yang membutuhkan waktu lebih lama.
"Perlu diketahui juga sistem pemesanan Shopee Food sebenarnya sudah memberikan pilihan kepada pelanggan untuk memilih jenis layanan reguler atau prioritas," jelasnya.
Layanan prioritas itu biasanya tidak digabung dengan order lain, namun memiliki tarif lebih tinggi.
"Kalau bisa, sistem double order dihapuskan saja. Karena sangat merugikan driver dan bisa memicu konflik di lapangan," imbuhnya.
Kejadian di Godean pada 5 Juli menjadi bukti nyata dampak dari sistem ini. Seorang driver Shopee Food mengalami penganiayaan oleh pelanggan karena pesanan datang terlambat lima menit keterlambatan yang diduga disebabkan oleh sistem double order.
Oleh karena itu, ia mendesak Shopee Food untuk mengevaluasi kembali sistem ini guna mencegah kejadian serupa terulang.
"Sistem ini tidak hanya menyulitkan driver, tapi juga berpotensi memicu kesalahpahaman dengan pelanggan. Kami harap perusahaan aplikasi untuk mengevaluasinya, karena itu ranah mereka," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung