Senin, 07 JULI 2025 • 17:20 WIB

Polresta Sleman Buru Pelaku Pengrusakan Fasilitas Saat Aksi Solidaritas Ojol di Godean, Kini 2 ditahan : Pelaku Lain Serahkan Diri Jangan Sampai dijem

Author

Dua tersangka pengrusakan dalam Aksi Solidaritas Driver Shopee Food di Godean Sleman, Senin (7/7/2025). (Olivia Rianjani)

JOGJA - Polresta Sleman mengamankan dua tersangka berinisial BAP (18) dan MTA (18) terkait kasus pengrusakan fasilitas umum dalam aksi solidaritas driver ojek online di Godean, Sabtu (5/7/2025) dini hari.

Keduanya diketahui sebagai pelajar dan menggunakan akun Shopee Food yang bukan atas nama pribadi. Selain kasus pengrusakan, polisi juga mulai menangani laporan penganiayaan terhadap warga yang diduga dilakukan oleh massa dalam aksi tersebut.

Kasatreskrim Polresta Sleman, AKP Wahyu Agha Ary Septian, mengungkapkan bahwa aksi massa bermula dari keributan antara warga dan sejumlah driver ojol yang viral di media sosial. Aksi solidaritas spontan itu berujung anarkis, termasuk pembakaran ban, pelemparan batu, dan perusakan mobil dinas Polsek Godean.

Peran pelaku yaitu yang berinisial BAP ini mendorong-dorong sampai membalikkan mobil. Yang kedua, MTA ikut membalikkan dan berusaha membakar mobil. Mereka menggunakan busa dari helm yang dibakar lalu dimasukkan ke bagian tangki mobil dinas,” ujar AKP Wahyu, dalam konferensi pers, pada Senin (7/7/2025).

Beruntung upaya pembakaran berhasil digagalkan oleh petugas dan warga sekitar. Namun, mobil dinas tersebut mengalami kerusakan berat dan tidak bisa digunakan. Kerugian masih dalam proses perhitungan.

Dari kejadian itu, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya tiga unit sepeda motor, batu, helm, jaket, dan celana.

Berdasarkan rekaman CCTV dan video viral, polisi menduga lebih dari 20 orang terlibat dalam aksi perusakan. Penyelidikan dan pengejaran pelaku lainnya masih terus dilakukan.

Kami mengimbau kepada pelaku lain untuk segera menyerahkan diri sebelum dilakukan penangkapan. Foto dan identitas sebagian sudah kami kantongi,” tambahnya.

Terkait status kedua tersangka, AKP Agha menegaskan bahwa keduanya memang beroperasi sebagai kurir Shopee Food, namun akun yang digunakan bukan atas nama mereka sendiri dan keduanya tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

BAP menggunakan akun milik orang tuanya, sedangkan MTA memakai akun milik teman kakak perempuannya. Status keduanya masih pelajar,” ujarnya.

Baca juga: ADP, Driver Shopee Food Lari ke Surakarta Saat Aksi Solidaritas Ojol di Godean Sleman : Kami Amankan Diri Karena Trauma

Sementara itu, dugaan adanya penganiayan terhadap warga setempat, kata Agha, membenarkan hal itu dan laporan warga tersebut baru diterima oleh Polsek Godean pada Minggu (6/7/2025).

"Saat ini dalam proses pemeriksaan saksi. Laporannya ada di Polsek Godean," ujar AKP Agha.

Barang bukti yang diamankan. (Olivia Rianjani) 

Peringatan terhadap Provokasi Media Sosial

Pada kesempatan itu juga, pihaknya kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh unggahan di media sosial. Salah satu unggahan disebut mencatut foto ambulan dan warga tergeletak yang sebenarnya tidak terjadi dalam aksi tersebut.

"Jangan sampai masyarakat terpancing "Oh ternyata polisi melakukan kekerasan ini itu sampai ada korban yang tergeletak dan diselamatkan oleh ambulan. Itu tidak benar. Tidak ada korban luka, tidak ada ambulans dalam penanganan kami saat mengamankan aksi. Kami tegaskan, jangan sebar hoaks atau provokasi. Jadi, ini adalah hal yang mungkin bisa nanti diluruskan di salah satu akun,” tegasnya.

Baca juga: Polresta Sleman Amankan Tiga Tersangka Penganiayaan Terhadap Driver Shopee Food di Godean, Salah Satunya Baru Pulang Haji

Lebih lanjut, AKP Agha memastikan akan terus menindak tegas pelaku kriminal yang mengganggu ketertiban umum dan mengimbau masyarakat untuk bijak menyikapi informasi yang tersebar di dunia maya.

"Pada intinya dari kepolisian sudah memfasilitasi aduan masyarakat biar kami yang menangani diserahkan sebelumnya. Jangan ada gerakan-gerakan tambahan atau aksi-aksi yang merugikan banyak orang. Karena pada saat kejadian pun, ini korban yang melapor itu bahkan malah tidak ada dalam aksi solidaritas dan di Polresta Sleman, ternyata lagi Solo. Nah ini kok bisa driver-driver yang lain yang malah melakukan aksi dan melakukan aksi anarkis," ujarnya.

"Ya ini jadi pembelajaran lah buat kita semua. Apabila melaksanakan aksi, jangan sampai termakan provokasi-provokasi yang akan merugikan kita semua," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU