Kepala Dinas Dukcapil Sleman, Arifin (tengah). (Olivia Rianjani)
JOGJA - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Sleman terus tancap gas dalam melakukan transformasi digital pelayanan publik. Melalui inovasi teranyar bertajuk LASKAR PRIMA (Layanan Aktivasi Kependudukan Selesai di Kalurahan atau Penguat Reformasi Birokrasi dan Pemberdayaan Masyarakat), warga kini semakin dimudahkan dalam mengurus dokumen kependudukan.
Kepala Dinas Dukcapil Sleman, Arifin, mengatakan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut dari Perpres Nomor 82 Tahun 2023 tentang Percepatan Transformasi Digital. Ia menekankan bahwa inti dari digitalisasi ini adalah memberikan pelayanan yang cepat, valid, dan membahagiakan masyarakat.
"Pelayanan digital ini dalam rangka memudahkan dan mempercepat akses, agar pelayanan semakin valid, semakin membahagiakan masyarakat, dan semakin prima," ujarnya, dalam jumpa pers, Kamis (7/5/2026).
Baca juga: Dinsos Sleman Percepat Digitalisasi Bantuan Kepada 26 Ribu Keluarga Miskin Ekstrem
Layanan SIAK Terpusat di Level Kalurahan
Salah satu terobosan utama adalah mendekatkan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Terpusat hingga ke level pemerintahan desa atau kalurahan. Hingga saat ini, sebanyak 23 kalurahan dari total 86 kalurahan di Sleman sudah mampu mengoperasikan SIAK secara mandiri.
"Meskipun baru 27 persen dari total kalurahan, namun secara cakupan penduduk, sudah 32 persen penduduk Sleman yang bisa mengakses layanan SIAK di kalurahan. Mereka tidak perlu lagi jauh-jauh datang ke Kapanewon atau ke kantor Dinas," jelasnya.
Melalui program LASKAR PRIMA, masyarakat bisa melakukan berbagai urusan seperti aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), pindah data, pengajuan Kartu Identitas Anak (KIA), hingga perubahan komponen data sederhana cukup di kantor kalurahan setempat.
Arifin pun menargetkan jangkauan ini akan terus diperluas secara bertahap dengan pengawasan ketat terkait keamanan data.
"Kami memantau rijit prasyarat teknisnya karena ini terkait sistem manajemen keamanan informasi. Harapan kami di tahun 2026, semua kalurahan di Sleman sudah terinstal SIAK Terpusat," ujarnyan
Pemanfaatan IKD dan Kerja Sama Mitra
Lebih lanjut, Dukcapil Sleman mencatat tren positif pada penggunaan aplikasi Dukcapil Online Sleman (The Golden Ready). Pada tahun 2024, tercatat ada 25 ribu pemanfaat layanan digital, di mana 13 ribu di antaranya melalui mitra kerja sama.
"Mitra kita terus meningkat, tahun ini ada 29 mitra yang terdiri dari rumah sakit dan klinik. Hingga Maret tahun ini saja, sudah ada sekitar 2.700 akses melalui mitra," ungkap Arifin.
Baca juga: Aturan Baru SPMB 2026 di Sleman, Disdik :Jalur Prestasi Kini Dibagi 3 Hingga Perketat Jalur Mutasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung