12 Mahasiswa Fisipol UGM yang terpilih jadi relawan rehabilitasi pendidikan ke Aceh. (Istimewa)
JOGJA - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (Fisipol UGM) resmi memberangkatkan 12 mahasiswa sebagai relawan pendidikan dalam program Fisipol Mengajar ke Aceh. Program tersebut diawali dengan kegiatan Pembekalan dan Pelepasan Relawan yang digelar pada Senin (5/1/2025).
Program Fisipol Mengajar merupakan inisiatif Fisipol UGM untuk berkontribusi dalam proses pemulihan dan rehabilitasi pendidikan di wilayah Aceh pascabencana. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan dijalankan melalui kerja sama dengan Yayasan Sukma sebagai mitra strategis.
Sebanyak 12 mahasiswa terpilih akan menjalankan tugas relawan selama 30 hari, terhitung mulai 10 Januari hingga 8 Februari 2026. Mereka akan ditempatkan di dua wilayah terdampak, yakni Kabupaten Bireuen dan Pidie Jaya.
Dekan Fisipol UGM, Dr. Wawan Mas’udi, menyampaikan bahwa kehadiran relawan diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh yang sedang berada dalam fase pemulihan.
"Kami berharap para relawan pendidikan ini benar-benar bisa memberikan kontribusi yang berarti bagi masyarakat. Yang tidak kalah penting, para mahasiswa harus mampu menghargai dan memahami budaya lokal sebagai fondasi utama dalam kerja kemanusiaan dan pengabdian di lapangan," ujar Wawan.
Program ini mendapat respons yang sangat tinggi dari mahasiswa Fisipol UGM. Lebih dari 90 mahasiswa tercatat mendaftarkan diri sejak pendaftaran dibuka. Setelah melalui seleksi berjenjang di tingkat program studi dan fakultas, terpilih 12 mahasiswa yang dinilai siap secara akademik maupun mental untuk terjun langsung ke lapangan.
Rangkaian seleksi dan persiapan relawan berlangsung dalam waktu relatif singkat. Pendaftaran dibuka pada 31 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, dilanjutkan seleksi tingkat program studi pada 1 - 2 Januari 2026.
Pengumuman hasil seleksi serta pembekalan awal dilakukan pada 3 Januari 2026, kemudian pembekalan dan pelepasan di tingkat fakultas pada 5 Januari 2026. Para relawan dijadwalkan berangkat pada 6 Januari 2026, mengikuti pelatihan lanjutan pada 7 - 9 Januari 2026, dan diterjunkan ke lokasi pada 10 Januari 2026.
Selain itu, Fisipol Mengajar juga menjadi momentum akademik bagi sivitas Fisipol UGM untuk melakukan asesmen etnografis terhadap dinamika sosial di wilayah pascabencana.
"Hasil asesmen lapangan ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan riset ke depan, sekaligus memperkuat kegiatan akademik dan penelitian berbasis lapangan di Fisipol UGM," jelas Wawan.
Sebagai bagian dari pembekalan, Dr. Fina Itriyati memberikan materi mengenai teknik jotting dalam kerja lapangan. Ia menjelaskan bahwa jotting merupakan catatan singkat atau quick notes yang bersifat intermediat dan sangat penting dalam observasi lapangan.
"Jotting ini berfungsi sebagai data primer yang sifatnya spontan. Karena ditulis saat kejadian berlangsung, catatan ini cenderung lebih jujur dan akurat dalam menangkap realitas di lapangan, serta menjadi bahan refleksi penting ketika relawan kembali," terang Fina.
Menutup rangkaian kegiatan, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat, dan Alumni UGM, Dr. Arie Sudjito, memberikan pesan khusus kepada para relawan agar menjalani program dengan penuh tanggung jawab dan kesiapan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dikirim Di Grup WA