Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman, Heri Kuntadi. (Olivia Rianjani)
JOGJA - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman melarang 21 unit jeep wisata di kawasan Kaliurang untuk beroperasi selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Larangan ini diberlakukan setelah kendaraan-kendaraan tersebut tidak lolos pemeriksaan kelayakan (ramp check) yang dilakukan Dishub.
Kepala Dishub Sleman, Heri Kuntadi, mengatakan pemeriksaan menyeluruh dilakukan untuk memastikan keamanan wisatawan yang menggunakan layanan jeep wisata.
"Kami sudah melakukan pengecekan jeep-jeep wisata yang ada di Sleman, khususnya di Kaliurang, agar wisatawan bisa aman dalam menggunakannya," ujarnya dalam jumpa pers di Pendopo Rumah Dinas Bupati, pada Kamis (11/12/2025).
Menurut Heri, sejumlah kendaraan tidak dinyatakan layak karena ditemukan masalah teknis yang cukup serius, terutama pada sistem pengereman.
"Ada yang tidak layak dari sisi teknis seperti remnya tidak memenuhi standar dan itu urgent, apalagi jalurnya naik-turun. Kalau rem tidak berfungsi dengan baik, tidak ada izin beroperasi," tegasnya.
Karena itulah, Dishub menetapkan penandaan khusus pada setiap jeep untuk memudahkan pengawasan maupun informasi kepada wisatawan.
"Kalau sudah memenuhi persyaratan itu diberi stiker hijau di kaca jeepnya. Yang perbaikan kuning, yang tidak beroperasi merah. Wisatawan bisa melihat stiker itu. Kalau merah dipakai ya harus jangan," jelas Heri.
Dari total 1.018 jeep wisata yang terdaftar di Kaliurang, sekitar 945 unit dinyatakan layak, 52 unit sedang dalam perbaikan, sementara 21 unit masuk kategori tidak boleh beroperasi. Dishub Sleman memastikan akan melakukan pemantauan berkala selama masa libur Nataru.
"Kami akan monitoring supaya kendaraan yang tidak layak benar-benar tidak dioperasikan,” ucap Heri.
Beruntung, kata Heri, hingga saat ini tidak ada laporan kecelakaan yang melibatkan jeep wisata selama tahun 2025.
"Kecelakaan jeep yang kami pantau di 2025 ini nol kasus," katanya.
Terkait kondisi jalur wisata jeep, ia menyebut belum melakukan pengecekan khusus. Pemeriksaan yang dilakukan beberapa waktu lalu lebih fokus pada jalur utama yang diprediksi padat untuk arus mudik dan libur akhir tahun.
"Kalau jalur jeep kami belum melakukan pengecekan. Survei kemarin untuk jalur mudik. Prediksi jalur wisata yang padat itu menuju Kaliurang dan Breksi, jadi nanti pengamanan ditambah, termasuk pantauan lewat area traffic control system," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Doorstop